Pengertian Invasi, Jenis, Aspek, dan Contohnya

Diposting pada

Invasi Adalah

Invasi adalah tindakan militer yang terdiri atas pasukan bersenjata dari satu entitas geopolitik yang memasuki wilayah yang dikendalikan oleh entitas lain. Pada umumnya invasi ini dijalankan dengan tujuan menaklukkan wilayah atau mengubah pemerintah yang sudah mapan. Invasi juga bisa diartikan sebagai pergerakan pasukan ke suatu wilayah, biasanya dalam serangan musuh yang merupakan bagian dari perang atau imperialisme konflik.

Terdapat beragam jenis metode yang dapat dilakukan oleh suatu negara dalam melakukan invasi, yaitu invasi lewat jalur darat, laut, ataupun udara. Secara historis, Indonesia sendiri juga pernah melakukan tindakan invasi, misalnya yaitu invasi yang dinamakan dengan “Operasi Seroja” yaitu invasi Indonesia ke Timor Timur yang dilakukan mulai tanggal 7 Desember 1975.

Invasi

Invasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk memperluas wilayah dan kepentingan politik. Akan tetapi, motif-motif lainnya juga bisa melatarbelakangi dilakukannya invasi, seperti:

  1. Pengembalian wilayah yang dulu diambil
  2. Idealismekeagamaan
  3. Politik untuk kepentingan nasional
  4. Pengejaran musuh-musuh
  5. Perlindungan terhadap negara sekutu
  6. Mengambil alih daerah jajahan
  7. Serangan preemptif sebelum diserang
  8. Melindungi atau mengambil rute transportasiatau sumber daya alam, seperti air dan minyak, menengahi konflik antar dua pihak lain
  9. Sebagai sanksi

Selain motif-motif tersebut, pada abad ke-19 muncul pula motif di mana negara-negara kuat dan adidaya mencoba untuk mengatur politik dunia, misalnya dengan cara mengubah pemerintahan atau rezim suatu negara lain.

Pada kasus-kasus tersebut, seringkali para penyerang beralasan bahwa mereka akan “melindungi” daerah yang diinvasi. Pada politik modern, agar terhindar dari tuduhan imperialisme, pihak yang menyerang seringkali mencap suatu invasi sebagai suatu “intervensi” untuk kepentingan bersama.

Pengertian Invasi

Invasi adalah sebagai aksi militer di mana angkatan bersenjata suatu negara memasuki wilayah yang dikuasai oleh suatu negara lain. Kondisi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguasai daerah tersebut atau mengubah pemerintahan yang berkuasa. Invasi dapat menyebabkan perang, dapat digunakan sebagai strategi untuk menyelesaikan perang, atau dapat menjadi inti dari perang itu sendiri.

Invasi biasanya digunakan untuk suatu aksi strategis kekuatan perang yang besar, sebab tujuan akhir invasi biasanya pada skala yang besar dan dalam jangka panjang, sehingga suatu pasukan yang sangat besar dibutuhkan untuk mempertahankan daerah yang diinvasi.

Pengertian Invasi Menurut Para Ahli

Adapun definisi invasi menurut para ahli, antara lain:

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Invasi ialah sebagai hal atau perbuatan memasuki wilayah negara lain dengan mengerahkan angkatan bersenjata dengan tujuan untuk menyerang atau menguasai negara tersebut. Atau secara singkat bisa dikatakan bahwa invasi adalah penyerbuan ke dalam wilayah negara lain.

Jenis Invasi

Adapun macam-macam invasi dirinjau dari segi metodenya, antara lain sebagai berikut;

  1. Invasi darat

Invasi darat merupakan metode invasi yang dilakukan secara langsung untuk memasukkan angkatan bersenjata ke suatu wilayah melalui hubungan darat, dengan mengalahkan pertahanan musuh. Meskipun cara ini sering menghasilkan kemenangan yang cepat, gerakan pasukan relatif lambat dan bisa dipengaruhi oleh kondisi medan dan cuaca.

Selain itu, rencana pergerakan pasukan sulit untuk disembunyikan, dan ada kemungkinan besar negara yang diserang akan melakukan perispan dan meningkatkan pertahanan.

Pada masa peperangan modern, invasi darat biasanya  akan dilakukan setelah adanya serangan-serangan lain dengan menggunakan metode yang berbeda, misalnya melakukan serangan lewat udara dan serangan menggunakan peluru kendali sangat lazim digunakan untuk “melunakkan” target sebelum diserang.

Persiapan lainnya yang lebih terselubung misalnya secara rahasia mencari dukungan orang dalam, membunuh tokoh-tokoh politik atau militer yang penting, dan memblokir jalur-jalur persediaan dan perdagangan.

  1. Invasi lewat laut

Invasi lewat laut merupakan invasi yang dilakukan melalui jalur laut atau dengan kata lain invasi ini dilakukan dengan menggunakan perairan untuk memasuki daerah musuh. Invasi lewat laut biasanya dilakukan bersamaan dengan metode lain, dan sebelum ditemukannya penerbangan, metode ini banyak digunakan sebab tidak ada cara lain untuk memasuki wilayah musuh.

Invasi lewat laut dapat sangat efektif jika dilakukan dengan tiba-tiba dan mengejutkan musuh, atau jika musuh tidak mempunyai pertahan laut yang baik. Akan tetapi, metode ini juga sering merepotkan, karena banyak peralatan khusus yang diperlukan untuk melakukan, misalnya kendaraan amfibi.

Pada serangan lewat laut, minimnya pertahanan dan tempat persembunyian untuk pihak yang menyerang juga menjadi kendala. Selain itu, banyak terjadi hal-hal yang tak terduga, misalnya cuaca yang buruk dan benda-benda bawah laut.

Salah satu contoh invasi lewat laut yaitu pada pertempuran Tarawa, kendaraan pendarat Marinir AS tersangkut pada koral, dan diserang artileri dari darat. Kemudian mereka-mereka yang berhasil mendarat tidak mendapati tempat berlindung.

  1. Invasi lewat udara

Metode invasi yang satu ini baru dilakukan pada abad ke-20 dan peperangan modern. Invasi lewat udara dilakukan dengan cara mengirimkan pasukan dengan menggunakan pesawat udara.

Pesawat ini dapat mendarat lalu pasukan yang di dalamnya keluar dan melakukan misi, atau tentara ini bisa keluar dari pesawat ketika masih berada di udara, dengan menggunakan parasut atau alat lain, dan mendarat di wilayah yang diinvasi.

Invasi lewat udara seringkali dilakukan sebelum invasi darat atau laut, tujuannya yaitu untuk mengambil alih posisi-posisi penting seperti jembatan dan perempatan, jauh di belakang garis pertahanan musuh.

Akan tetapi, invasi yang dilakukan hanya lewat udara saja belum pernah berhasil. Permasalahannya adalah persediaan dan bantuan personel. Pasukan penerjun payung tidak dapat membawa persediaan yang banyak dan harus dibantu oleh pasukan darat. Jumlah pasukan ini juga terlalu sedikit untuk melakukan serangan besar-besaran langsung.

Salah satu contoh invasi yang hanya dilakukan melalui misalnya ialah pertempuran Crete, Operasi Thursday, dan Operasi Market Garden. Operasi Market Garden ialah invasi yang dilakukan untuk memasuki wilayah Belanda yang dikuasai oleh Jerman pada Perang Dunia II yaitu pada September 1944. Pada operasi ini, hampir 35.000 orang diterjunkan dengan parasut dan glider untuk merebut jembatan dari Jerman dan melancarkan gerak maju Sekutu.

Akan tetapi, meskipun dengan jumlah pasukan yang besar yang sekaligus mengejutkan pihak Jerman, invasi ini mengalami kegagalan dan setelah 9 hari bertempur, Sekutu harus mundur kembali setelah kehilangan lebih dari 18.000 orang. Dan pada abad ke-21 kini, seiring kemajuan teknologi pertahanan anti udara yang berkembang pesat, invasi lewat udara sudah tidak dapat diandalkan.

  1. Meredam perlawanan

Setelah menembus perbatasan politik dan garis-garis militer, meredam perlawanan merupakan tujuan utama dan paling penting yang harus dicapai. Setelah berhasil mengalahkan angkatan bersenjata negara yang diinvasi, perlawanan akan terus datang dari pihak sipil dan pemberontak paramiliter.

Menghancurkan perlawanan sebuah negara yang diinvasi akan sangat sulit, bahkan tidak mungkin tercapai, sehingga dukungan masyarakat sangat penting untuk keberhasilan invasi, misalnya melakukan propaganda seperti melalui brosur, buku, dan siaran radio untuk membujuk pemberontak agar menyerah, dan agar orang lain tidak bergabung dengan mereka.

Dalam hal ini, pasifikasi, yang biasa dinamakan dengan “memenangkan hati dan pikiran”, mengurangi keinginan pihak sipil untuk melakukan pemberontakan. Ini bisa dicapai dengan memberikan pendidikan ulang, membuat agar warga yang diinvasi bisa ikut dalam pemerintahan, atau, khususnya di tempat-tempat yang sangat miskin dan hancur, bisa dengan memberikan makanan, minuman, dan tempat tinggal.

Ada pula cara lainnya yaitu dengan memperlihatkan kekuatan militer dimiliki oleh negara yang menginvasi. Ini bisa dilakukan misalnya melalui parade militer di jalanan negara yang diinvasi agar membuat para pemberontak merasa ketakutan. Cara yang satu ini juga dapat ditambah dengan eksekusi publik tentara musuh, anggota pemberontak, dan musuh lainnya.

Aspek Invasi

Dalam melakukan invasi terhadap suatu wilayah, terdapat beberapa aspek pendukung yang dibutuhkan, diantaranya yaitu:

  1. Logistik

Tanpa adanya persediaan yang memadai, sebuah pasukan yang terlibat dalam invasi akan segera mengalami kekalahan. Misalnya, sebelum melakukan invasi terhadap Yunani, selama tiga tahun Xerxes I mengumpulkan persediaan dari penjuru Asia.

  1. Komunikasi

Pertimbangan lain dalam melakukan invasi adalah pentingnya kepemimpinan untuk dapat berkomunikasi dengan pasukan invasi. Pada zaman kuno, ini sering berarti bahwa seorang raja perlu memimpin pasukannya secara pribadi untuk memastikan perintahnya tepat waktu dan diikuti, seperti dalam kasus Alexander Agung (356-323 SM).

Pada saat itu, keterampilan yang dibutuhkan untuk memimpin pasukan dalam pertempuran sama pentingnya dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu negara selama masa damai.

  1. Hubungan Masyarakat (Public relations)

Dalam istilah diplomatik, hubungan masyarakat dan propaganda, mungkin membantu penyerang (atau penyerbu potensial) untuk memiliki ajakan sebagai alasan untuk campur tangan dengan maksud untuk “memulihkan ketertiban” atau “memperbaiki kesalahan”.

Contoh Invasi

Berikut ini beberapa contoh invasi yang pernah dilakukan oleh Indonesia terhadap negara lain, diantaranya yaitu:

  1. Timor Timur

Operasi Seroja merupakan sandi untuk invasi Indonesia ke Timor Timur yang dilakukan mulai tanggal 7 Desember 1975. Invasi ini dilakukan karena adanya desakan dari Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang menganut paham komunis tidak berkuasa di Timor Timur.

Selain itu, invasi tersebut juga dilatarbelakangi oleh adanya kehendak dari sebagian rakyat Timor Timur yang ingin bersatu dengan Indonesia dengan alasan etnik dan arti sejarah.

  1. Papua Barat

Operasi Trikora (Pembebasan Irian Barat) merupakan konflik yang berlangsung selama 2 tahun yang dilancarkan oleh Indonesia dengan tujuan untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat.

Ir. Soekarno yang saat itu menjabat sebagai Presiden RI mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta pada 19 Desember 1961. Ir. Soekarno juga melakukan pembentukan Komando Mandala di bawah pimpinan dari Mayor Jenderal Soeharto selaku panglima dalam komando tersebut.

  1. Malaysia

Tanggal 20 Januari 1963, Menlu Indonesia, Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Tanggal 12 April 1963, sukarelawan dari Indonesia (yang sepertinya bukanlah pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah dengan tujuan untuk menyebarkan propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase.

Tanggal 3 Mei 1963 dalam sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwikora (Dwi Komando Rakyat) yang berisi:

  1. Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia,
  2. Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia.
  1. Malaka

Sejak tahun 1509, Pati Unus, yang merupakan raja Demak, telah membuat rencana untuk menguasai Malaka. Ketika itu, Malaka dikuasai oleh Kesultanan Malaka. Perlu kita ketahui bahwa serangan Demak ke Malaka bukanlah sebuah serangan anti-kekuasaan asing, tapi sebuah invasi imperialis.

Pada tahun 1511, Alfonso D’Alburquerque, yang merupakan Laksamana armada Portugis, mendahului Pati Unus dalam menaklukkan Malaka, sehingga Sultan Malaka Mahmud Syah melarikan diri ke Bintan.

  1. Singapura

Usman lahir di Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah (1943). Harun lahir di P Bawean, Surabaya (1947). Kedua nama tersebut merupakan nama samaran yang digunakan untuk tugas sebagai sukarelawan menyusup ke Singapura, untuk melakukan tugas sabotase dalam rangka Dwikora.

Ketika itu, Republik Indonesia terlibat dalam konfrontasi dengan Malaysia dan Singapura. Usman dan Harun tergabung dalam tim sabotir. Pada tanggal 8 Maret 1965, tepatnya pada malam hari dengan berbekal 12,5 kg bahan peledak mereka bertolak dengan perahu karet dari P Sambu. Mereka bisa menentukan sendiri sasaran yang dikehendaki.

Setelah melakukan serangkaian pengintaian, tepatnya pada suatu tengah malam terjadi ledakan di sebuah bangunan Mc. Donald di Orchard Road. Dalam peristiwa ledakan tersebut tiga orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian invasi menurut para ahli, jenis, aspek, dan contohnya yang ada dalam sejarah. Semoga bisa memberi edukasi dan referensi bagi kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *