Pengertian Dinamisme, Sistem Kepercayaan, dan Contohnya

Posted on

Pengertian Dinamisme

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang religius. Kehidupan beragama selalu ada di Indonesia bahkan sejak zaman masyarakat Indonesia kuno. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan berkembangnya kepercayaan animisme dan dinamisme pada masa itu. Animisme merupakan kepercayaan bahwa ada hantu dan roh di sekitar kita, sedangkan dinamisme merupakan kepercayaan adanya kekuatan abstrak yang mendiami suatu objek. Keyakinan animisme dan dinamisme ada jauh sebelum agama masuk ke Indonesia.

Bahkan sistem kepercayaan ini telah ada sebelum masuknya agama pertama yang berkembang di Indonesia, yaitu Hindu. Ada banyak contoh peninggalan bersejarah yang membuktikan bahwa animisme dan dinamisme tertanam kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Contoh suku di Indonesia yang masih memiliki keyakinan pada dinamisme misalnya Suku Lore, Suku Sumba, Suku Buru, dan lain-lain.

Dinamisme

Dinamisme merupakan salah satu sistem kepercayaan yang telah berkembang di Indonesia sejak zaman Kuno, yaitu kepercayaan pada benda-benda ghaib memiliki kekuatan. Misalnya pohon beringin yang besar, masyarakat zaman dulu yang menganut dinamisme percaya bahwa pohon tersebut yang berbeda dari pohon-pohon yang lain.

Oleh sebab itu, mereka kadang menaruh sesaji dibawah pohon dan meminta sesuatu dari pohon tersebut sebab mereka percaya pohon tersebut memiliki kekuatan.

Pengertian Dinamisme

Dinamisme dapat diartikan sebagai kepercayaan bahwa segala sesuatu memiliki tenaga atau kekuatan gaib yang bisa berpengaruh terhadap keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan kehidupannya. Mereka percaya bahwa kekuatan gaib tersebut dapat menolong kehidupan mereka.

Hal itu tentunya berbeda dengan animism, yaitu kepercayaan bahwa jiwa atau roh terdapat pada benda-benda tertentu, bukan hanya pada makhluk hidup. Arwah leluhur mereka yang telah meninggal diyakini masih memiliki kekuatan spiritual dan dapat mempengaruhi kehidupan keturunannya.

Pengertian Dinamisme Menurut Para Ahli

Adapun definisi dinamisme menurut para ahli, antara lain:

  1. Oxford English Dictionary, Dalam filsafat, dinamisme adalah sistem, teori, atau doktrin yang berusaha menjelaskan fenomena alam semesta oleh suatu kekuatan atau energi imanen.
  2. Ensiklopedi Umum, Pengertian dinamisme adalah kepercayaan keagamaan primitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu ke Indonesia. Dinamisme juga disebut dengan istilah preanimisme, yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana atau kekuatan gaib.
  3. Kamus Ilmiah Populer, Dinamisme dapat didefiniskan sebagai kepercayaan primitif dimana semua benda mempunyai kekuatan yang bersifat ghaib
  4. Wikipedia, Dinamisme (dalam kaitannya dengan agama dan kepercayaan) dapat didefinisikan sebagai pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal yang menetap di tempat-tempat tertentu, seperti pohon-pohon besar. Arwah nenek moyang tersebut sering dimintai tolong untuk urusan mereka. Hal itu bisa dilakukan dengan cara memasukkan arwah-arwah mereka ke dalam benda-benda pusaka seperti batu hitam atau batu merah delima. Ada pula yang menyebutkan bahwa dinamisme ialah kepercayaan terhadap kekuatan yang abstrak yang berdiam pada suatu benda.

Sistem Kepercayaan Dinamisme

Sistem kepercayaan dinamisme atau kepercayaan terhadap roh nenek moyang yang menempati tempat-tempat tertentu telah dianut sejak dulu oleh manusia purba yang ada di Indonesia, sebelum masuknya Hindu-Budha.

Istilah dinamisme berasal dari bahasa Yunani Kuno dunamos atau dalam bahasa Inggris dynamic yang artinya kekuatan, kekuasaan dan daya, sehingga dinamisme dapat diartikan sebagai paham/kepercayaan bahwa pada benda-benda tertentu baik benda hidup atau mati bahkan juga benda-benda ciptaan (seperti tombak dan keris) memiliki kekuatan gaib dan dianggap bersifat suci.

Benda suci tersebut memiliki sifat yang luar biasa (karena kebaikan atau keburukannya) sehingga bisa memancarkan pengaruh baik atau buruk kepada manusia dan dunia sekitarnya. Bagi manusia yang  mempunyai benda yang diyakini berkekuataan gaib dan dianggap suci ini akan dapat dianggap memiliki keunggulan ataupun keburukan tertentu.

Berdasarkan hal tersebut bisa dikatakan bahwa dinamisme lahir dari kesadaran akan kelemahan manusia yang kemudian membutuhkan objek lainnya untuk menguatkannya. Benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib dan dianggap suci tersebut dinamakan  fetisyen yang artinya benda sihir.

Contoh benda-benda yang dinggap suci ini misalnya pusaka, lambang kerajaan, tombak, keris, gamelan, cincin, kalung dan sebagainya yang dapat membawa pengaruh baik bagi masyarakat; misalnya suburnya tanah, hilangnya wabah penyakit, menolak malapetaka, dan sebagainya.

Dinamisme memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan animisme, yaitu:

  1. Menganggap benda-benda mati maupun hidup seperti tombak, keris, pohon dan lain-lain mempunyai kekuatan yang bersifat suci
  2. dinamisme dapat dikatakan lahir dari kesadaran akan kelemahan manusia yang kemudian membutuhkan objek lainnya untuk menguatkannya.
  3. Benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib dan dianggap suci ini disebut fetisyen

Di Jawa, ada masyarakat yang masih percaya bahwa roh bukan hanya menempati makhluk hidup tapi juga menempati benda-benda mati atau benda yang dianggap keramat. Benda-benda yang mereka keramatkan biasanya berupa benda-benda pusaka peninggalan dan juga makam-makam dari para leluhur atau tokoh yang mereka hormati.

Pada umumnya, benda-benda yang mengandung mana atau kekuatan gain ini bermanfaat bagi pemiliknya sebagai penangkal penyakit atau bahaya, biasanya berupa benda-benda pusaka, misalnya keris. Selain sebagai penolak dan penangkal, benda-benda pusaka yang mengandung mana juga dianggap bisa mendatangkan kehormatan dan kemuliaan kepada pemiliknya.

Untuk menghormati benda-benda tersebut biasanya masyarakat akan merawatnya dengan baik, seperti diolesi dan disirami pada waktu tertentu, disuguhi hidangan makanan atau kembang serta diasapi dengan kemenyan. Semua itu dilakukan dengan tujuan agar kekuatan yang terkandung dalam benda itu bertambah, terpelihara atau terbaharui.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk menghormati benda-benda pusaka tersebut yaitu dengan cara kirab pusaka, seperti halnya yang dilakukan di Keraton Yogyakarta maupun Keraton Surakarta. Sebelum kirab dilakukan, pusaka-pusaka yang dianggap keramat tersebut dimandikan dengan air khusus dan ritual lainnya yang mengikuti dalam prosesi kirab pusaka.

Contoh Dinamisme Di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam suku dengan keunikan budaya masing-masing. Salah satu keunikan tersebut adalah kepercayaan dinamisme. Beberapa suku di Indonesia di bawah ini yang hingga saat ini masih memiliki kepercayaan dinamisme, diantaranya yaitu:

  1. Suku Lore

Apabila kita berkunjung ke ke Sulawesi Tengah, kita akan menemukan banyak peninggalan dalam arti sejarah, misalnya pembuatan patung (arca), seni lukis, alat pembuat perunggu, dan seni tari yang dikaitkan dengan acara ritual pemujaan arwah. Salah satu suku yang masih menganut kepercayaan dinamisme yaitu suku Lore yang terletak di Lore Utara.

Di wilayah ini, kita akan menemukan lukisan kepala manusia, buaya, dan lain-lain yang menunjukkan berkembangnya kepercayaan dinamisme. Selain itu, kita juga akan menemukan patung-patung nenek moyang yang sengaja dibangun untuk pemujaan.

  1. Suku Sumba

Suku Sumba terletak di Wilayah Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur. Salah satu kepercayaan yang dimiliki oleh Suku Suba yaitu Marapu. Kepercayaan ini menganggap bahwa ada setengah leluhur dan setengah dewa yang masih hidup pada masyarakat Sumba asli. Dalam kepercayaan Marapu ini kuda dianggap hewan yang sakral.

Bahkan setelah perang terjadi, semua orang akan lebih memilih untuk mendoakan kuda daripada orang yang menungganginya. Mereka menganggap kalau sang penunggang boleh saja meninggal, tapi kuda harus tetap hidup sebab hal itu sebagai penanda dan simbol suku tersebut.

Bukan hanya dijadikan alat transportasi, kuda juga dijadikan sebagai persembahan untuk mengantarkan roh dalam upacara kematian serta dijadikan mahar perkawinan.

  1. Suku Buru

Suku Buru merupakan kelompok etnis yang sebagian besar tinggal di pulau Buru, serta di beberapa Kepulauan Maluku lainnya. Sejak dulu kala mereka sudah memiliki kepercayaan dinamisme, maka tak heran jika mereka masih mempertahankan kepercayaan tersebut hingga saat ini.

Sebagian dari suku ini masih mempercayai pemujaan terhadap benda-benda dan roh. Mereka mempunyai dewa tertinggi yaitu Opo Hebe Snulat dan utusannya yaitu Nabiat.

  1. Suku Jawa

Kejawen merupakan sebuah kepercayaan sejak dulu yang dipercaya suku Jawa dan bangsa lainnya. Hingga saat ini, masih banyak masyarakatnya yang menjalankan tradisi. Adapun Kejawen mempunyai beberapa ritual seperti nyadran, mitoni, tedhak siten, dan wetonan.

Salah satu kepercayaan dinamisme yang masih dilakukan oleh suku Jawa yaitu wetonan yang mirip seperti ulang tahun. Biasanya wetonan dilakukan sesuai dengan penanggalan kalender Jawa. Percaya atau tidak, menurut suku Jawa apabila melakukan sebuah acara yang tidak sesuai dengan penanggalan tersebut maka hal buruk bisa saja terjadi.

  1. Suku Kaharingan

Suku yang terdapat di Dayak kebanyakan tidak mempunyai agama ataupun menyembah Tuhan. Mereka lebih percaya pada suatu benda yang mempunyai roh. Hal ini bisa dilihat dari salah satu suku yang ada di Dayak yaitu suku Kaharingan.

Suku Kaharipan percaya bahwa dalam setiap benda di alam ini seperti pohon, sungai, dan batu dihuni oleh makhluk halus dan roh. Mereka juga menganggap burung Enggang sebagai hewan keramat. Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya tari Enggang yang dianggap sebagai cara untuk dapat berkomunikasi dengan roh nenek moyang.

Nah, itulah tadi serangkain penjelasan dan pengulasan yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian dinamisme menurut para ahli, sistem kepercayaan, dan contohnya di berbagai wilayah. Semoga melalui postingan ini memberikan referensi bagi semuanya. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *