Pengertian Kronologi, Ciri, Tujuan, Fungsi, dan Contohnya

Posted on

Kronologi Adalah

Kronologi adalah ilmu mengatur peristiwa menurut urutan kejadiannya dalam waktu. Kronologi adalah bagian dari periodisasi. Ini juga merupakan bagian dari disiplin sejarah termasuk sejarah bumi, ilmu bumi, dan studi skala waktu geologis. Kronologi bergantung pada kronometri, yang juga dikenal sebagai ketepatan waktu, dan historiografi, yang meneliti penulisan arti sejarah dan penggunaan metode historis.

Terdapat beberapa contoh metode kronologi, misalnya penanggalan radiokarbon dalam memperkirakan usia makhluk hidup sebelumnya dengan mengukur proporsi karbon-14 isotop dalam kandungan karbonnya. Ada pula metode dendrokronologi yang digunakan untuk memperkirakan usia pohon melalui korelasi berbagai cincin pertumbuhan pada kayu pohon tersebut berdasarkan urutan referensi tahun-ke-tahun yang diketahui di wilayah tersebut untuk mencerminkan variasi iklim dari tahun ke tahun.

Kronologi

Kronologi seperti garis waktu: menceritakan apa yang terjadi dan kapan waktu terjadinya. Contoh sederhananya, kronologi hari kita akan dimulai ketika kita bangun dan berakhir ketika kita pergi tidur di malam hari. Berdasarkan contoh sederhana tersebut, dapat dikatakan bahwa kronologi merupakan metode apa pun yang digunakan untuk untuk menempatkan peristiwa dalam urutan waktu terjadinya.

Sistem kronologi yang digunakan untuk mencatat sejarah manusia, yang terkait erat dengan sistem kalender, bervariasi dalam ruang lingkup, keakuratan, dan metode sesuai dengan tujuan, tingkat kecanggihan, dan keterampilan orang-orang yang menggunakannya.

Kronologi ilmiah, yang berupaya menempatkan semua kejadian dalam urutan terjadinya dan pada interval yang proporsional dengan benar pada skala tetap, digunakan dalam banyak disiplin ilmu dan dapat digunakan untuk mencakup zaman yang luas.

Astronomi, misalnya, mengukur urutan fenomena kosmik dalam ribuan juta tahun; geologi dan paleontologi, ketika melacak evolusi Bumi dan kehidupan, menggunakan zaman yang sama ratusan atau ribuan juta tahun.

Geokronologi memperhitungkan periode yang lebih jauh yang berhubungan dengan skala yang sama; tetapi turun sejauh zaman prasejarah manusia dan bahkan bersejarah, dan subdivisi yang lebih pendek hanya terdiri dari ribuan tahun.

Yang paling pendek adalah skala kronologis yang digunakan dalam merekam peristiwa manusia dengan cara yang kurang lebih sistematis dan permanen. Ini bervariasi dalam ruang lingkup, akurasi, dan metode sesuai dengan tujuan, tingkat kecanggihan, dan keterampilan orang-orang yang menggunakannya, seperti halnya sistem kalender yang dengannya mereka terikat erat.

Sulit untuk memperbaiki kronologi sejarah kuno dalam kaitannya dengan kronologi ilmiah. Kerangka acuan orang-orang kuno tidak jelas dan tidak konsisten ketika dihakimi oleh standar modern, dan banyak dari prasasti dan tulisan mereka telah menghilang.

Kesenjangan dalam catatan mereka semakin terisi dan ketidakkonsistenannya dihilangkan oleh hasil penggalian arkeologis. Dipandu oleh temuan-temuan ini, para sarjana dapat mengkonfirmasi, membantah, atau mengubah rekonstruksi kronologis yang sudah dibuat sementara. Perhitungan astronomi dan penanggalan dengan kandungan radioaktif-karbon juga membantu dalam pekerjaan memperbaiki kronologi kuno.

Pengertian Kronologi

Ditinjau dari segi etimologi, kronologi berasal dari bahasa Yunani “Chronos” yang artinya “waktu” dan “logos” yang artinya “ilmu”, sehingga arti kronologi ditinjau dari segi terminologi ialah ilmu tentang waktu. Secara lebih lengkap, kronologis bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang peristiwa-peristiwa sejarah sesuai urutan waktu terjadinya, dari awal hingga akhir.

Konsep berfikir kronologi juga dapat didefinisikan sebagai catatan kejadian dari suatu peristiwa yang disusun sesuai dengan urutan waktu terjadinya peristiwa tersebut. Berfikir secara kronologis dalam sejarah sangat dianjurkan.

Hal tersebut disebabkan karena berfikir secara kronologis atau berfikir secara urut, runtut, berkesinambungan dan teratur bisa memberikan gambaran secara utuh tentang suatu peristiwa sejarah.

Manfaat yang bisa kita peroleh dengan menerapkan konsep berfikir kronologis yaitu dapat memudahkan kita dalam memahami dan mengetahui makna serta manfaat sebuah peristiwa bersejarah.

Pengertian Kronologi Menurut Para Ahli

Adapun definisi kronologi menurut para ahli, antara lain:

Hendrayana (2009:13)

Kronologi sejarah berkaitan dengan periodesasi sejarah. Kronologi sejarah dibutuhkan sebab dalam peristiwa-peristiwa sejarah terdiri atas berbagai jenis dan bentuk yang berbeda. Setiap peristiwa membutuhkan klasifikasi yang didasarkan pada jenis dan bentuk peristiwanya.

Peristiwa-peristiwa yang sudah diklasifikasikan tersebut kemudian disusun secara runtut berdasarkan pada waktu kejadian berlangsung. Sehingga bisa dikatakan bahwa masing-masing peristiwa tersebut disusun dari masa yang paling awal hingga masa yang paling akhir.

Ciri Kronologi

Ciri-ciri konsep berpikir diakronik atau kronologis diantaranya yaitu:

  1. Konsep berpikir kronologis atau diakronik mempelajari tentang kehidupan sosial secara memanjang berdimensi waktu.
  2. Dengan menggunakan konsep berpikir diakronik, masyarakat dipandang sebagai suatu yang terus bergerak dan mempunyai hubungan sebab akibat atau kausalitas.
  3. Konsep berpikir kronologi berupaya untuk menguraikan proses tranformasi atau perubahan yang terus-menerus berlangsung dari waktu ke waktu dalam kehidupan masyarakat secara berkesinambungan.
  4. Menguraikan kehidupan masyarakat secara dinamis.

Tujuan Kronologi

Tujuan kronologi yaitu untuk menghindari anakronisme atau kerancuan waktu dalam sejarah. Dengan memahami konsep kronologi dari peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi di masa lampau, kita bisa melakukan rekontruksi kembali secara tepat berdasarkan urutan waktu terjadinya.

Penerapan konsep kronologi dalam sejarah juga bertujuan agar penyusunan peristiwa-peristiwa sejarah dalam periodisasi tertentu tidak saling tumpang-tindih atau rancu dengan metode lainnya.

Fungsi Kronologi

Kronologi dalam sejarah memiliki beberapa fungsi, diantaranya yaitu:

  1. Mempermudah dalam Pembelajaran Sejarah

Kronologi berfungsi dalam mempermudah kita untuk belajar tentang suatu peristiwa sejarah. Dengan mengurutkan peristiwa secara runtut maka kira akan mudah dalam mempelajari dari satu persatu peristiwa tersebut.

Sehingga kita dapat memngkaji sebab dan dampak dari peristiwa tersebut. Setelah mengetahui penyebab suatu peristiwa secara urut diharapkan dimasa mendatang peristiwa yang sekiranya membawa dampak buruk tidak akan terulang lagi.

  1. Memudahkan dalam menarik hubungan sebab akibat suatu peristiwa

Dengan menyusun kejadian secara urut atau runtut, kita akan bisa mengetahui sebab dan akibat dari peristiwa yang telah terjadi. Misalnya, peristiwa pemberontakan PKI di Madiun pada tahun 1948 yang terjadi karena adanya rasa kecewa atas strategi diplomasi pemerintah Indonesia pada perjanjian Renvile.

Setelah mengetahui penyebab suatu peristiwa, kita bisa mengenali indikasi nya apabila suatu saat terjadi peristiwa yang tak jauh berbeda di masa mendatang, sehingga pihak-pihak yang berwenang dapat mengatasinya dengan segera sebab sudah mengetahui tanda tanda penyebab pemberontakan.

  1. Memudahkan dalam penggolongan peristiwa sejarah berdasar kejadian

Peristiwa sejarah yang disusun secara berurutan dapat memudahkan dalam melakukan penggolongan atau periodisasi peristiwa ke dalam periode ke periode.

Misalnya dengan menyusun kronologi sejarah Indonesia pada masa kemerdekaan kita dapat menyusun periodisasi peristiwa-peristiwa yang terjadi menjadi beberapa periode, yaitu periode perjuangan, periode demokrasi liberal, periode demokrasi terpimpin, periode orde baru dan dilanjutkan periode reformasi.

Contoh Kronologi

Berikut ini salah satu contoh kronologi yaitu kronologi terjadinya pengunduran diri Presiden Soeharto dari kekuasaan kepresidenan Indonesia, yaitu sebagai berikut:

  1. Pada tanggal 12 Mei 1998, terjadi Tragedi Trisakti, yaitu tragedy terbunuhnya 4 Mahasiswa Trisakti.
  2. Pada tanggal 13 Mei 1998 terjadi kerusuhan di Jakarta. Selain di Jakarta, kerusuhan juga terjadi di Kota Solo. Presiden Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15 di Kairo, Mesir, memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Sebelumnya, dalam pertemuan tatap muka antara Presiden Soeharto dengan masyarakat Indonesia di Kairo, Beliau menyatakan bahwa Beliau akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden. Orang-orang yang beretnis Tionghoa mulai eksodus untuk meninggalkan Indonesia.

  1. Pada tanggal 14 Mei 1998, demonstrasi bertambah besar karena hampir terjadi di seluruh kota di Indonesia. Para demonstran mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah.
  2. Pada tanggal 18 Mei 1998, Ketua MPR yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Partai Golkar, Harmoko, meminta Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai presiden.
  3. Pada tanggal 19 Mei 1998, Presiden Soeharto berbicara di TV dan menyatakan bahwa Beliau tidak akan turun dari jabatannya, tapi menjanjikan akan dilaksanakan pemilu baru secepatnya. Ada beberapa tokoh Muslim yang bertemu dengan Presiden Soeharto, termasuk Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid.
  4. Pada tanggal 20 Mei 1998, Harmoko mengatakan bahwa Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat 22 Mei, atau DPR/MPR secara terpaksa akan memilih presiden baru. 11 menteri kabinet juga mengundurkan diri, termasuk Ginandjar Kartasasmita, Bob Hasan, dan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin.
  5. Pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya tepatnya pada pukul 9.00 WIB. Dan akhirnya Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia.

Demikianlah serangkain artikel yang sudah kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian kronologi menurut para ahli, ciri, tujuan, fungsi, dan contohnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta referensi yang sangat mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *