Perbedaan Candi Budha dan Hindu Beserta Contohnya

Diposting pada

Perbedaan Candi Budha dan Hindu

Pernahkah anda mendengar istilah kata candi? Sudah pasti banyak orang yang telah mendengar ini. Lalu apa yang dimaksud dengan candi?. Candi adalah peninggalan arsitektural yang pada dasarnya berasal dari masa klasik atau masa berkembangnya kebudayaan dengan latar belakang agama hindu-budha. Agama hindu-budha ini berkembang mulai abad sekitar V sampai abad XV Masehi, meski bangunan kedunya terdapat perbedaan yang siginifikan.

Yang pasti, disini bangunan candi masih bisa ditemukan hingga masa sekarang ini, bahkan justru bangunan candi banyak dijadikan sebagai tempat wisata untuk mempelajari situs sejarah di zaman dahulu kala. Bangunan candi hingga saat ini juga masih dalam kondisi utuh maupun ada yang hanya dalam kondisi reruntuhannya saja namun masih nampak bagus dan mengagumkan.

Candi Budha dan Hindu

Candi sebagai bangunan dalam arti sejarah senantiasa dibangun pada ribuan tahun yang lalu dan dijadikan sebagai simbol atau lambing agama, budaya, dan peradaban pada masa itu. Bukan hanya dijadikan sebagai simbol, akan tetapi candi juga digunakan oleh masyarakat sebagai tempat pemujaan dewa dan dewi untuk pemeluk agama hindu maupun budha.

Maka dari itu candi merupakan bangunan yang tidak terlepas dari kaitannya dengan agaman hindu-budha. Selain itu candi juga bisa difungsikan sebagai istana, gapura, tempat pemandian, dan lain sebagainya.

Perbedaan Candi Budha dan Hindu

Perlu anda ketahui bahwa pada arsitektur bangunan candi umumnya dirancang dengan begitu detail dan selalu menggunakan seni yang tinggi. Maka dari itu setiap bangunan candi yang berdiri kokoh tersebut bisa membuat seseorang yang melihatnya kagum.

Candi sendiri dibedakan berdasarkan dua kepercayaan atau agama yaitu;

  1. Candi hindu
  2. Candi budha

Dengan klasifikasi perbedaan dalam bangunan candi Budha dan Hindu beserta fungsinya sebagai berikut;

Candi Budha Candi Hindu
Biasanya di fungsikan smpat ibadah atau tempat pemujaan para dewa bagi keluarga kerajaan dan masyarakat di zaman kala Biasanya difungsikan untuk makam para raja hindu yang pernah berkuasa, dimana abu jenazah para raja dimakamkan di candi hindu tersebut
Bangunan candinya terdiri dari 3 bagian. Tiga banguna tersebut ialah kamadhatu, rupahatu, dan arupadhatu. Pengertian kamdhatu yaitu bagian dasar candi yang melambangkan manusia penuh dengan keidentikan dan penuh dosa. Sedangkan rupadhatu yaitu bagian tengah candi yang menjelaskan bahwa kehidupan manusia di dunia hanyalah kefanaan atau tidak abadi serta penuh dengan nafsu. Kemudian arti dari arupadhatu adalah bagian atas candi yang menyimbolkan manusia yang telah mencapai nirwana atau hakikat hidup yang sebenarbenarnya berupa keabadian. Candi hindu ini memiliki 3 bagian yang dibedakan. Ketiga bagian tersebut ialah bhurloka, bhurvaloka, dan svarloka. Bangunan yang disebut dengan istilah bhurloka adalah bagian dasar candi yang menyimbolkan tentang dunia yang fana. Sedangkan bagian bhurvaloka merupakan tubuh candi yang melambangkan tentang dunia permurnian. Kemudian bagian svarloka adalah bagian atas atau atap candi yang menjelaskan dunia para dewa.
Bagian yang paling atas atau puncak dalam Candi Budha dinamakan dengan istilah stupa.

Pada bagian atas tersebut bentuknya ialah tambun. Selain itu hampir di sebagian besar bangunan candi budha ini juga dihiasi dengan arca-arca budha salah satu contohnya yaitu seperti arca kelompok Dyani Bodhisatwa dan kelompok Dyani Budha

Memiliki bagian teratas atau puncak yang disebut dengan istilah nama orang yaitu ratna. Pada bagian ratna ini bentuknya meruncing
Bangunan candi budha ini sebagian besar bangunannya juga terbuat dari batu andesit yang sudah mengalami pemotongan secara rapi. Sebagian besar bangunan candi hindu ini pula ada beberapa hiasan yang sangat bagus dan indah yaitu beupa arca-arca.

Hiasan arca tersebut yaitu berupa arca-arca 3 dewa utama dalam kepercayaan hindu atau dinamakan pula dengan istilah trimurti.

Naman dari ketiga dewa utama tersebut adalah Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa

Atap candi-candi budha itu sendiri pada umumnya hanya berupa satu tingkatan. Atap tersebut umumnya terdiri dari beberapa undakan – undakan dengan ukuran yang kecil namun jumlahnya begitu banyak dan membentuk satu kesatuan dengan bentuk lengkungan halus. Sebagian besar bangunannya dibentuk atau dibuat dari batu – batu merah yang tidak dibakar. Bahkan uniknya lagi ada beberapa candi yang dibuat dari batu bata biasa akan tetapi terkesan tetap indah dan memiliki makna yang dalam dari setiap bangunannya.
Memempunyai bentuk puncak kubus yang membuatnya semakin menawan dan indah pada saat dilihat Menunjukan adanya undakan – undakan yang biasanya terdiri dari 3 tingkat undakan yang memiliki nilai keindahan masing – masing. Selain itu candi – candi hindu juga mempunyai bentuk puncak yang sangat unik dan bagus, puncak tersebut dinamakan puncak dagoba dengan bentuknya seperti bangun tabung
Candi budha memiliki bagian gawang pintu pada bangunan candi budha ini juga tidak dibuat dengan model atau rancangan yang biasa-biasa saja.

Karena pada gawang pintu tersebut umumnya memiliki gaya kala makara. Gaya tersebut merupakan kepala kala dengan peringai mulut yang mengaga lebar namun tanpa rahang bagian bawah.

Hiasan pada gawang pintu ini biasanya berada di atas pintu utama dan terhubung dengan makara ganda. Selain itu untuk masalah hiasan yang terdapat pada sebagian besar bangunan candi budha ini yaitu berupa hiasan relief yang terlihat lebih tinggi serta bertekstur menonjol

Terdapat hiasan kepala kala tengah dan wujudnya terlihat menyeringai lengkap dengan bagian rahang bawah. Hiasan kepala kala ini terletak di bagian atas pintu. Sedangk,an pada pintu juga tidak terdapat makara. Masalah tata letak pada bangunan candi hindu yaitu lebih bersifat asimetris dan linier yaitu sesuai dengan topografi wilayah setempat pada bangunan candi itu berdiri
Gambar relief pada candi itu pun dibuat dengan gaya natural Bangunan candi utama ini biasanya juga didirikan atau dibangun  pada tanah yang paling tinggi di sekitar kawasan kompleks candi
Masalah tata letak candi, umumnya candi budha ini didirkan berdasarkan perancangan yang sudah matang. Dimana candi budha tersebut dibangun dengan tata letak mandala konsentris dan simetris Bangunan candi yang utama letaknya berada di belakang dan jauh dari pintu masuk
Bangunan candi utama terletak di bagian tengah kompleks candi dan bangunan utama ini dikelilingi oleh candi – candi kecil yang tersusun secara rapi dan sangat elegan untuk dilihat. Wujud penyempurnaan bangunan dari candi hindu itu sendiri, pada bangunan candi ini terdapat candi perwarayang yang terletak di depan bangunan candi utama.

Contoh Candi Budha

Contoh Candi Budha
Candi Budha

Setelah mengenal atau memahami masalah candi budha mengenai kegunaan dan struktur bangunannya, maka selanjutnya pada candi budha ini pula ada beberapa contoh candi yang memang pada dasarnya digunakan untuk keperluan agama budha.

Beberapa contoh candi budha tersebut yaitu;

  1. Candi Borobudur
  2. Candi Plaosan
  3. Candi Kalasan
  4. Candi Sewu
  5. Candi Sari
  6. Candi Banyunibo
  7. Candi Sumberawan
  8. Candi Muara Jambi
  9. Candi Muara Takus

Contoh Candi Hindu

Contoh Candi Hindu
Candi Hindu

Berbagai penjelasan mengenai candi hindu telah dikemukakan diatas, selanjutnya candi hindu itu sendiri juga memiliki beberapa contoh yang berada di beberapa wilayah nusantara dan contohnya yaitu sebagai berikut:

  1. Candi Prambanan
  2. Candi Gedong Songo
  3. Candi Penataran
  4. Candi Cangkuang
  5. Candi Gebang
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa bentuk perebdaan bangunan candi hindu ini juga tak kalah bagusnya dengan candi budha, alasannya karena setiap candi yang dibangun selalu memikirkan rancangan yang sudah matang dan baik.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada semua pembaca berkenaan dengan perbedaan yang ada dalam candi budha dan candi hindu beserta contohnya yang mudah ditemukan. Semoga memberi wawasan untuk kalian yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *