Pengertian Kolonialisme, Macam, Tujuan, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Kolonialisme Adalah

Kolonialisme adalah praktik di mana negara yang kuat secara langsung mengendalikan negara-negara yang lemah dengan tujuan menggunakan sumber dayanya untuk meningkatkan kekuatan dan kekayaannya sendiri. Dimulai pada abad ke-15 beberapa negara Eropa mendirikan kerajaan mereka sendiri selama periode kolonial Eropa. Belgia, Inggris, Denmark, Belanda, Prancis, Portugis, Rusia, Spanyol dan Swedia mendirikan koloni di seluruh wilayah yang luas. Jepang, Amerika Serikat dan Cina juga mengikuti jalan ini,  seperti yang dilakukan Jerman dan Italia pada akhir abad ke-19.

Kolonialisme tersebut tentunya membawa dampak negatif karena menyebabkan terjadinya eksploitasi di negara terjajah. Meskipun tetap ada dampak positif yang ditinggalkan, contohnya kolonialisme di Indonesia memunculkan pemikiran baru, misalnya dalam bercocok tanam.

Kolonialisme

Kolonialisme adalah praktik dominasi, yang melibatkan penaklukan satu orang ke orang lain. Salah satu kesulitan dalam mendefinisikan kolonialisme adalah sulit untuk membedakannya dari arti imperialisme.

Seringkali kedua konsep tersebut diperlakukan sebagai sinonim. Seperti kolonialisme, imperialisme juga melibatkan kontrol politik dan ekonomi atas wilayah yang tergantung. Namun, etimologi kedua istilah ini memberikan beberapa petunjuk tentang perbedaannya. Istilah koloni berasal dari kata Latin yaitu colonus, yang memiliki arti “petani”.

Akar ini mengingatkan kita bahwa praktik kolonialisme biasanya melibatkan perpindahan penduduk ke wilayah baru, tempat para pendatang tinggal sebagai pemukim permanen sambil mempertahankan kesetiaan politik ke negara asal mereka.

Di sisi lain, imperialisme berasal dari istilah Latin yaitu imperium, yang memiliki arti “memerintah”. Sehingga, istilah imperialisme bisa didefinisikan sebagai cara satu negara menjalankan kekuasaan atas yang lain, baik melalui penyelesaian, kedaulatan, atau mekanisme kontrol tidak langsung.

Pengertian Kolonialisme

Kolonialisme dapat diartikan sebagai kontrol oleh satu kekuasaan atas wilayah atau orang-orang yang bergantung pada kekuasaan tersebut. Itu terjadi ketika satu negara menaklukkan yang lain, menaklukkan penduduknya dan mengeksploitasinya, sering kali sambil memaksakan bahasa dan nilai-nilai budayanya sendiri pada rakyat yang mereka taklukkan.

Konsep kolonialisme terkait erat dengan imperialisme, yang merupakan kebijakan atau etos penggunaan kekuasaan dan pengaruh untuk mengendalikan bangsa atau orang lain yang mendasari kolonialisme.

Pengertian Kolonialisme Menurut Para Ahli

Adapun definisi kolonialisme menurut para hali, antara alin:

Andre Gunder Frank

Kolonialisme dapat didefinisikan sebagai pemindahan kekayaan dari daerah terjajah ke daerah penguasa dan menghambat kesuksesan pertumbuhan ekonomi negara jajahan.

Rochmadi

Kolonialisme dapat didefinisikan sebagai politik yang dijalankan mengenai suatu koloni, suatu daerah jajahan, sebagian dari imperium.

Alan Bullock

Kolonialisme dapat didefinisikan sebagai bentuk implementasi yang didasarkan penegakan(hukum) yang cukup tajam dan radikal terhadap negara jajahan.

Bell (1991)

Kolonialisme adalah pemeliharaan dominasi politik, sosial, ekonomi, dan budaya atas orang oleh kekuatan asing untuk jangka waktu yang lama.

Sejarah kolonialisme

Pada zaman kuno, kolonialisme dipraktikkan oleh kekaisaran seperti Yunani Kuno, Roma Kuno, Mesir Kuno, dan Phoenisia. Peradaban-peradaban ini semua memperluas perbatasan mereka ke daerah-daerah sekitarnya, bahkan ke daerah yang tidak bersebelahan dari sekitar 1550 SM.

Selanjutnya mereka mendirikan koloni dengan memanfaatkan sumber daya fisik dan populasi dari orang-orang yang mereka taklukkan untuk meningkatkan kekuatan mereka sendiri.

Kolonialisme modern dimulai selama zaman yang dikenal sebagai Zaman Penemuan. Dimulai pada abad ke-15, Portugis mulai mencari rute perdagangan baru dan mencari peradaban di luar Eropa. Pada 1415, penjelajah Portugis menaklukkan Ceuta, sebuah kota pesisir di Afrika Utara, menendang sebuah kerajaan yang akan bertahan hingga 1999.

Segera Portugis telah menaklukkan dan mengisi pulau-pulau seperti Madeira dan Cape Verde, dan negara saingan mereka, Spanyol, memutuskan untuk mencoba eksplorasi juga. Pada 1492, Christopher Columbus mulai mencari rute barat ke India dan Cina.

Sebaliknya, ia mendarat di Bahama, menendang Kekaisaran Spanyol. Spanyol dan Portugal menjadi terkunci dalam persaingan untuk wilayah baru dan mengambil alih tanah adat di Amerika, India, Afrika, dan Asia.

Macam Kolonialisme

Terdapat beberapa macam kolonialisme, antara lain:

  1. Kolonialisme pemukiman

Kolonialisme pemukiman melibatkan imigrasi skala besar, sering dimotivasi oleh alasan agama, politik, atau ekonomi. Itu bertujuan untuk mengganti penduduk asli. Di sini, sejumlah besar orang beremigrasi ke negara koloni untuk tujuan tinggal dan mengolah tanah.

Koloni Inggris yang membuat pemukiman baru di Amerika Utara pada 1600-an dan Australia pada akhir 1700-an adalah contoh kolonialisme pemukim. Bagi mereka yang mau mengambil risiko pindah ke negara baru, itu menawarkan kesempatan untuk memulai yang baru dan mungkin kehidupan yang lebih baik.

Kelemahannya adalah bahwa membangun koloni membutuhkan banyak orang, dan penduduk asli di wilayah terjajah harus dibunuh atau diusir ke daerah yang tidak diinginkan untuk mendapatkan ruang.

  1. Kolonialisme eksploitasi

Kolonialisme eksploitasi, sebaliknya, tidak memerlukan sebanyak mungkin penjajah untuk bermigrasi, dan penduduk asli dapat dibiarkan tinggal di tempat mereka berada, terutama jika mereka dapat dipaksa bekerja sebagai pekerja. Tujuannya adalah untuk mengeksploitasi sumber daya alam negara yang lebih lemah dan mengekstrak kekayaan sebanyak mungkin.

Contoh utama eksploitasi kolonialisme adalah perebutan Kongo Raja Leopold II di Kongo pada akhir 1800-an. Sementara ia memperoleh kekayaan besar dalam karet dan gading, jutaan penduduk Kongo mati kelaparan atau meninggal karena penyakit, atau dibunuh oleh pengawas kolonial Leopold karena tidak memenuhi kuota pekerjaan.

Beberapa ilmuwan politik juga mengidentifikasi dua jenis kolonialisme lainnya, yaitu:

  1. Kolonialisme pengganti

Dalam kolonialisme pengganti, kekuatan kolonial mendorong satu kelompok etnis atau kelompok dari negara jajahan itu sendiri untuk mengambil alih tanah yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok lain.

Istilah ini pertama kali digunakan oleh antropolog Scott Atran untuk menggambarkan Inggris mengizinkan penyelesaian Zionis di Palestina. Dalam kolonialisme internal, bagian terkuat dari suatu negara dapat mengeksploitasi daerah atau orang lain yang kurang kuat.

Misalnya di Sri Lanka, penduduk Tamil merasakan mayoritas Sinhala menindas mereka, karenanya perang selama puluhan tahun antara pemerintah Sri Lanka dan kelompok teroris Macan Tamil.

  1. Kolonialisme internal

Kolonialisme internal adalah gagasan tentang kekuatan struktural yang tidak merata antar wilayah suatu negara. Sumber eksploitasi berasal dari dalam negara. Ini ditunjukkan dalam cara kontrol dan eksploitasi beralih dari kulit putih di negara jajahan ke populasi imigran kulit putih di negara yang baru merdeka

Tujuan Kolonialisme

Kolonialisme adalah kebijakan suatu negara yang berusaha memperluas atau mempertahankan otoritasnya atas orang atau wilayah lain, umumnya dengan tujuan dominasi ekonomi. Negara yang menjajah berupaya mendapat manfaat dari negara yang terjajah. Dalam prosesnya, penjajah dapat memaksakan agama, ekonomi, dan praktik pengobatan pada penduduk asli.

Dampak Kolonialisme

Kolonialisme memiliki dampak positif dan negatif. Seperti halnya yang terjadi di Indoensia, dampak positif dan negatif kolonialisme, antara lain:

Positif

Untuk akibat positif adanya kolonialisme, antara lain;

  1. Memperoleh kata serapan baru dari negara yang menjajah
  2. Adanya beberapa bangunan yang merupakan bentuk dari peninggalan dari negara yang pernah menjajah seperti dalam bentuk sarana dan prasarana misalnya pabrik gula, jalan raya, benteng dan lain sebagainya.
  3. Terdapat reformasi pada bidang pendidikan lokal yang dikarenakan terdapat interaksi antara sarjana Belanda yang tidak mempunyai keperluan dengan penjajahan.
  4. Meninggalkan peraturan perundang-undangan
  5. Timbul pemikiran baru tentang cara menanam tumbuhan yang lebih modern.

Negatif

Sedangkan akibat negatif adanya kolonialisme, antara lain;

  1. Menimbulkan penderitaan psikis dan sengsara fisik
  2. Terdapat pengambilan hak penduduk secara paksa
  3. Hilangnya harta benda dan jiwa karena adanya paksaan untuk bekerja dan menyerahkan harta
  4. Perampasan kekayaan sumber daya alam utamanya yang sumber daya alam yang berbentuk rempah-rempah
  5. Timbul kemerosotan dalam bidang sosial ekonomi, politik dan bidan lain.

Contoh Kolonialisme

Contoh kolonialisme atau penjajahan pernah terjadi di negara kita sendiri, Indonesia, yang dilakukan oleh bangssa Eropa. Pada mulanya, hubungan antara bangsa Indonesia dengan bangsa Eropa berjalan setara, mereka saling menghormati dan bekerja sama dalam perdagangan.

Akan tetapi, dalam perkembangannya semakin terlihat bahwa tujuan asli bangsa Eropa adalah untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah serta menguasai wilayah penghasil rempah-rempah tersebut.

Berikut ini negara-negara yang pernah melakukan kolonialisme di Indonesia, antara lain:

  1. Portugis

Pada tahun 1511 Portugis berhasil menguasai Malaka. Selanjutnya pada tahun 1512 Portugis melakukan ekspedisi ke timur menuju Maluku. Ekspedisi tersebut hampir bersamaan dengan ekspedisi dari arah utara, yaitu Spanyol yang juga sampai di Maluku sekitar tahun 1521.

Hal itu mengakibatkan terjadinya persaingan antar kedua negara tersebut dalam menguasai Maluku. Perselisihan diakhiri dengan Perjanjian Saragosa pada tahun 1529 yang menetapkan bahwa Portugis tetap berkuasa di Maluku, sedangkan Spanyol harus kembali ke Philipina. Sejak saat itu Portugis berkuasa secara mutlak di Maluku.

  1. Belanda

Belanda pertama kali mendarat di Indonesia, tepatnya di Banten pada tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Akan tetapi, karena sikapnya yang kasar menyebabkan mereka diusir kembali ke negaranya.

Kemudian, pada tahun 1598 datang lagi rombongan dagang dari Belanda yang dipimpin oleh Jacob van Neck yang memiliki sikap lebih terbuka, sehingga bisa diterima dengan baik oleh bangsa Indonesia. Selanjutnya, banyak ekspedisi dagang dari Belanda yang berbondong bondong datang ke Indonesia.

Untuk menghindari terjadinya persaingan sesama pedagang Belanda, mereka mendirikan sebuah kongsi dagang yang dinamakan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie ) pada tanggal 20 Maret 1602.

Karena merasa keuntungan yang didapatkan sangat besar, membuat bangsa Belanda tidak hanya melakukan monopoli perdagangan, tapi melalui taktik Devide et Impera, mereka juga menguasai wilayah Indonesia satu persatu. Akan tetapi, pada akhir abad ke-18, VOC bangkrut dan dibubarkan, sehingga kekuasaan di Indonesia diambil alih langsung oleh Kerajaan Belanda.

  1. Inggris

Pada tahun 1811 Inggris melakukan serangan pada Indonesia dan berhasil mengalahkan Belanda melalui penyerahan kekuasaan dalam Kapitulasi Tuntang. Sejak saat itu Inggris menguasai Indonesia di bawah pimpinan Gubernur Jendral Thomas Stamford Raffles.

Akan tetapi, kekuasaan Inggris tidak bertahan lama karena terjadinya kesepakatan yang dinamakan Konvensi London pada tahun 1814. Isi dari konvensi London yaitu Belanda mendapatkan kembali jajahannya yang semula direbut Inggris.

Penyerahan tersebut secara resmi berlangsung di Batavia pada tanggal 19 Agustus 1816, sehingga sejak saat itu Hindia Belanda ( Indonesia ) kembali dikuasai oleh Kerajaan Belanda hingga kedatangan Jepang tahun 1942 yang menggantikan kedudukan mereka.

Maka itulah tadi bahasan yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian kolonialisme menurut para ahli, seharah, macam, tujuan, dampak, dan contohnya yang ada di berbagai negara. Semoga menambah pengetahuan. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *