Pengertian Sejarah, Hakekat, Ciri, Ruang Lingkup, Fungsi, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Sejarah

Kebanyakan orang percaya bahwa sejarah adalah “kumpulan fakta tentang masa lalu”. Hal ini ini diperkuat melalui penggunaan buku teks yang digunakan dalam pengajaran sejarah. Mereka ditulis seolah-olah mereka adalah kumpulan informasi. Faktanya, sejarah bukan “kumpulan fakta tentang masa lalu.” Sejarah terdiri dari membuat argumen tentang apa yang terjadi di masa lalu berdasarkan apa yang dicatat orang (dalam dokumen tertulis, artefak budaya, atau tradisi lisan) pada saat itu.

Hal yang perlu kita ingat bahwa suatu peristiwa bisa dikatakan sejarah jika memenuhi beberapa ciri, salah satunya yaitu peristiwa itu penting, terlepas dari ruang lingkupnya, misalnya apakah sejarah tersebut sebagai peristiwa, kisah, ilmu, atau seni. Belajar sejarah bisa memberikan manfaat yang beragam bagi kehidupan kita, misalnya dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita.

Sejarah

Sejarah (dari bahasa Yunani historia, yang berarti ‘penyelidikan; pengetahuan yang diperoleh melalui penyelidikan) adalah masa lalu seperti yang dijelaskan dalam dokumen tertulis, dan penelitiannya. Peristiwa yang terjadi sebelum catatan tertulis dianggap prasejarah.

“Sejarah” adalah istilah umum yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu serta ingatan, penemuan, koleksi, organisasi, presentasi, dan interpretasi informasi tentang peristiwa ini. Sejarah juga mencakup disiplin akademis yang menggunakan narasi untuk memeriksa dan menganalisis urutan peristiwa masa lalu, dan secara objektif menentukan pola sebab dan akibat yang menentukannya.

Para sejarawan kadang-kadang memperdebatkan sifat sejarah dan kegunaannya dengan mendiskusikan studi tentang disiplin sebagai tujuan itu sendiri dan sebagai cara untuk memberikan “perspektif” pada masalah-masalah masa kini.

Kisah-kisah yang umum terjadi pada budaya tertentu, tetapi tidak didukung oleh sumber-sumber eksternal (seperti kisah-kisah di sekitar Raja Arthur), biasanya digolongkan sebagai warisan budaya atau legenda, karena tidak menunjukkan “penyelidikan yang tidak memihak” yang diperlukan oleh disiplin sejarah.

Herodotus, seorang sejarawan Yunani abad ke-5 SM sering dianggap dalam tradisi Barat sebagai “bapak sejarah”, dan bersama dengan Thucydides sezamannya, membantu membentuk fondasi bagi studi modern tentang sejarah manusia.

Karya-karya mereka terus dibaca hari ini. Akan tetapi, kesenjangan antara Herodotus yang berfokus pada budaya dan Thucydides yang berfokus pada militer tetap menjadi titik pertikaian atau pendekatan dalam penulisan sejarah modern. Di Asia Timur, kronik negara, Sejarah Musim Semi dan Musim Gugur, diketahui disusun sejak awal 722 SM meskipun hanya teks-teks SM abad ke-2 yang bertahan.

Pengaruh kuno telah membantu menelurkan interpretasi varian tentang sifat sejarah yang telah berevolusi selama berabad-abad dan terus berubah hari ini. Studi modern tentang sejarah sangat luas, dan termasuk studi tentang wilayah tertentu dan studi elemen topikal atau tematik tertentu dari penyelidikan sejarah.

Pengertian Sejarah

Sejarah adalah studi tentang masa lalu, khususnya yang berkaitan dengan orang-orang, masyarakat, peristiwa dan masalah masa lalu, serta upaya kita untuk memahaminya. Kita tahu apa yang terjadi di masa lalu dengan melihat hal-hal dari masa lalu termasuk sumber-sumber (seperti buku, surat kabar, dan surat-surat) dan artefak (seperti tembikar, alat, dan sisa-sisa manusia atau hewan).

Seseorang yang mempelajari sejarah disebut sejarawan. Seseorang yang mempelajari pra-sejarah dan sejarah melalui hal-hal yang ditinggalkan oleh budaya kuno disebut arkeolog. Seseorang yang mempelajari umat manusia dan masyarakat disebut antropolog. Studi tentang sumber dan metode yang digunakan untuk mempelajari dan menulis sejarah disebut historiografi.

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Adapun definisi sejarah menurut para ahli, antara lain:

Muhammad Yamin

Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan

Moh. Hatta

Sejarah adalah dalam wujudnya tentang masa lampau. Sejarah bukan hanya sekadar melahirkan kriteria dari kejadian di masa lalu, tapi pemahaman masa lampau yang mengandung berbagai dinamika, mungkin berisi problematik pelajaran bagi manusia berikutnya.

Moh. Ali

Sejarah adalah keseluruhan perubahan dan kejadian-kejadian yang benar-benar telah terjadi. Sejarah merupakan ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan yang benar-benar terjadi di masa lampau.

Nugroho Notosusanto

Sejarah adalah peristiwa-peristiwa yang menyangkut manusia sebagai makhluk bermasyarakat yang terjadi di masa lampau.  

Menurut Taufik Abdullah

Pengertian sejarah menurut Taufik Abdullah adalah tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu di masa lampau yang dilakukan di tempat tertentu.

Thomas Caryle

Sejarah adalah peristiwa masa lampau yang mempelajari biografi orang-orang terkenal. Mereka, ialah penyelamat pada zamannya. Mereka ialah orang-orang besar yang pernah dicatat sebagai peletak dasar sejarah.

Herodos

Sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan yang pasti,  melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.

Ibnu Khaldun

Sejarah dapat didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, serta tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat tersebut.

Hakikat Sejarah

Hakikat sejarah menurut Sartono Kartodirdjo ada dua, yaitu:

  1. Sejarah objektif, yaitu peristiwa atau kejadian masa lampau apa adanya.
  2. Sejarah subjektif, yaitu hasil penafsiran sejarawan atas peristiwa masa lampau.

Ruang Lingkup Sejarah

Ruang lingkup sejarah mencakup 4 hal penting, yaitu:

  1. Sejarah Sebagai Peristiwa

Sejarah dikatakan sebagai peristiwa apabila itu menyangkut kejadian yang penting, nyata dan aktual. Sehingga bisa dikatakan bahwa sejarah hanya akan membahas mengenai peristiwa-peristiwa penting di masa lampau yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia.

Ciri-ciri sejarah sebagai peristiwa diantaranya yaitu bersifat unik dan hanya terjadi satu kali, bersifat abadi atau tidak akan berubah serta mempunyai pengaruh berupa efek dan dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya peristiwa sejarah tersebut.

  1. Sejarah Sebagai Kisah

Sejarah sebagai kisah artinya sejarah merupakan rangkaian cerita dan kisah berupa narasi yang disusun dengan berdasarkan pada ingatan, tafsiran manusia ataupun kesan tentang kejadian yang terjadi di masa lalu.

Kisah sejarah bisa disajikan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Secara lisan, misalnya kisah sejarah yang disampaikan dalam bentuk ceramah, pidato dan cerita lisan. Sedangkan dalam bentuk tulisan misalnya dapat dituangkan dalam bentuk cerpen, majalah atau buku.

  1. Sejarah Sebagai Ilmu 

Sejarah sebagai ilmu pengetahuan artinya sejarah harus didasarkan pada kenyataan yang diketahui melalui penelitian dan pengkajian mengenai peristiwa cerita sejarah. Sejarah juga dapat dikatakan sebagai pengetahuan masa lampau yang disusun secara sistematis dengan menggunakan metode kajian secara ilmiah.

Ciri-ciri sejarah sebagai ilmu diantaranya yaitu bersifat empiris, mempunyai objek, mempunyai teori, mempunyai metode dan generalisasi berdasarkan penelitian yang telah dilakukan.

  1. Sejarah Sebagai Seni

Sejarah sebagai seni merupakan sejarah yang ditulis dan diceritakan kembali sesuai faktanya namun memiliki nilai-nilai seni. Meskipun sejarah disusun berdasarkan bahan berupa data ilmiah, tapi dalam penyajiannya menyangkut soal keindahan bahasa dan seni penulisannya.

Sejarah dapat dikategorikan sebagai seni sebab memerlukan intuisi, imajinasi, emosi dan gaya bahasa yang termasuk sebagai karya seni dalam menuliskan sejarah supaya menjadi menarik. Akan tetapi, perlu kita ingat bahwa sejarah tidak benar-benar seni secara mutlak sebab dalam proses penelitiannya dilakukan secara ilmiah.

Ciri Sejarah

Sejarah memiliki beberapa ciri, diantaranya yaitu:

  1. Peristiwa abadi

Artinya peristiwa sejarah ialah suatu peristiwa yang abadi, sebab peristiwa tersebut tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa. Misalnya perayaan Idul Fitri.

  1. Peristiwa unik

Artinya peristiwa sejarah ialah peristiwa yang unik, sebab hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang persis kedua kalinya. Misalnya penculikan Soekarno-Hatta.

  1. Peristiwa penting

Artinya peristiwa sejarah ialah peristiwa yang penting dan bisa dijadikan momentum, sebab memiliki arti dalam menentukan kehidupan orang banyak. Misalnya proklamasi kemerdekaan RI.

Fungsi Sejarah

Seajarah memiliki beberapa fungsi, diantaranya yaitu:

  1. Memahami Masyarakat

Dari semua alasan mengapa kita harus mempelajari sejarah, alasan yang satu yang ini mungkin yang paling penting. Bagaimana kita bisa memahami masyarakat saat ini tanpa memahami apa yang menciptakannya? Peristiwa dan orang-orang yang membentuk siapa kita hari ini sangat penting untuk kita pelajari.

  1. Memahami Perubahan

Seiring dengan memahami masyarakat, mempelajari sejarah memungkinkan kita melihat apa yang menyebabkan perubahan. Misalnya peristiwa yang mengarah ke kedua Perang Dunia membantu kita memahami bagaimana suatu peristiwa kecil dapat memicu serangkaian perubahan besar. Sejarah memberi kita kesempatan untuk melihat bagaimana kehidupan sehari-hari telah berubah selama bertahun-tahun, dan apa yang mendorong perubahan itu.

  1. Memberikan Rasa Identitas

Darah apa yang mengalir di pembuluh darah kita? Adakah riwayat keluarga yang menarik? Mengetahui sejarah keluarga kita sangat penting bagi sebagian orang dalam menemukan rasa identitas.

  1. Memelihara Cerita

Penting bagi kita untuk mendengar kisah-kisah dari orang-orang sebelum kita. Misalnya cerita dari nenek-kakek kita. Melalui cerita tersebut kita akan mengetahui banyak kisah tentang bagaimana rasanya tumbuh di zaman mereka. Kita perlu mendengar kisah mereka, melestarikannya, dan meneruskannya kepada mereka yang hidup setelah kita.

  1. Memberikan Inspirasi

Mendengar kisah orang-orang sebelum kita dapat mengilhami kita untuk mengambil tindakan dalam kehidupan kita sendiri. Masa lalu kita dapat memiliki dampak besar pada masa depan kita dan kita membutuhkan inspirasi itu untuk mengajari kita itu.

  1. Membantu Menjadi Orang Yang Lebih Baik

Beberapa orang memandang sejarah sebagai subjek yang membosankan dan tidak penting, tetapi salah satu alasan paling penting untuk mempelajari sejarah adalah bahwa hal itu akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik.

Kita akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dunia dan apa yang membentuknya menjadi dunia seperti sekarang ini. Kita akan memahami penderitaan, kegembiraan, dan kekacauan yang diperlukan untuk hari ini terjadi.

Contoh Sejarah

Berikut ini contoh-contoh sejarah berdasarkan ruang lingkupnya seperti yang telah dikemukakan di atas:

  1. Sebagai Peristiwa

Contoh sejarah sebagai peristiwa, antara lain: Peristiwa Bandung Lautan Api; Peristiwa Medan area; Peristiwa pertempuran 10 November; Peristiwa Super semar; Peristiwa Pemberontakan partai komunis (G30S/PKI).

  1. Sebagai Kisah

Contoh sejarah sebagai kisah, antara lain: Kisah Ratu kidul; Kisah Bende Mataram; Kisah Ken Arok; Kisah Ki Ageng Selo; Kisah Api dibukit.

  1. Sebagai Ilmu

Contoh sejarah sebagai ilmu, antara lain: Teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia; Teori masuknya Islam ke Indonesia.

  1. Sebagai Seni

Contoh sejarah sebagai seni, antara lain: Seni Patung Patung di Candi; Kesenian Wayang Kulit; Seni Pahat di Candi Candi; Seni Ukiran Ukiran (Relief) di Candi; Kesenian  Ondel Ondel; Kesenian Tarian Tarian Daerah.

Itulah tadi bahasan lengkap yang bisa diuraikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian sejarah menurut para ahli, hakekat, ciri, ruang lingkup, fungsi, dan contohnya dalam berbagai bidang kehidupan. Semoga memberi referensi yang mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *