Jenis Perundingan dan Penjelasannya

Diposting pada

Jenis Perundingan

Pernahkah anda mendengar kata perundingan? Pastinya bagi sebagian besar masyarakat sudah pernah mendengar istilah yang satu ini. Hal ini lantaran perundingan dalam arti sejarah senantisa berhubungan dengan terjadinya proses komunikasi yang dilakukan oleh lebih dari dua orang.

Disisi lain, perundingan juga dimaksudkan untuk memperoleh arti perjanjian dan kesepatakan secara bersama dengan peran dan saran dari beberapa orang. Hingga akhirnya, melalui proses perundingan inilah setiap orang bisa melakukan tindakan yang sudah dipikirkan secara matang dan baik. Sehingga kemudian diharapkan dengan adanya perundingan ini akan terjadi keseimbangan atas keadilan yang bisa dirasakan secara bersama-sama oleh setiap orang.

Perundingan

Perundingan bisa disamakan dengan kata negosiasi. Adapun untuk definisi perundingan adalah suatu proses yang dilakukan untuk menghasilkan kesepakatan secara bersama melalui kedua pihak yang sedang mengalami permasalahan tertentu.

Dengan adanya perundingan atau negosiasi ini diharapkan kedamaian akan hadir dan memberikan kehidupan yang lebih nyaman lagi. Bahkan bisa dikatakan bahwa perundingan menjadi suatu hal yang baik dalam mencapai titik kesepakatan secara bersama, agar setiap orang atau kedua belah pihak merasakan keuntungan masing-masing tanpa ada yang harus merasakan kerugian

Jenis Perundingan

Adapun untuk macam-macam perundingan, antara lain;

  1. Perundingan Posisional

Perundingan posisional adalah salah satu jenis perundingan yang berada pada tahapan tradisional, dimana setiap orang yang melakukan perundingan ini seringkali melakukan pekerjaaan sesuai dengan manfat yang diperolehnya secara ketat.

Apabila setiap orang tersebut merasa tidak memungkinkan untuk melakukan kompromi, maka yang akan terjadi ialah jalan buntu. Sehingga kesuksesan ini akan tercapai apabila semua aspek dari posisi yang menantang  telah diperiksa dan  dipahami atau  dimengerti dalam hal penemuan dasar-dasar pemufakatan.

Perundingan posisional ini contohnya seperti terlaksananya perundingan antara serikat pekerja atau serikat buruh dengan manajemen, dimana perundingan dalam hal perselisihan antara pelanggaran dan pemasok atau supplier dan lain-lain.

  1. Perundingan Prinsipil

Perundingan prinsipil merupakan perundingan yang didorong untuk mencari  prinsip-prinsip yang mendasar dalam mendukung suatu posisi. Perundingan prinsipil dianggap pula sebagai proses yang lebih lunak atau kendur dan  sifatnya  kreatif.

Perlu anda ketahui pula bahwa dalam perundingan prinsipil ini perunding diberi pesan untuk bisa menghasilkan  sasaran dan bukan hanya sekedar berhasil dalam pemecahan  masalah. Oleh karena itu, dalam perundingingan ini aka nada banyak saran maupun rekomendasi yang diajukan.

Perundingan prinsipil ini juga dapat berubah menjadi perundingan posisional apabila para perunding memiliki emosi yang meluap-luap dan dibiarkan memperkeruh persoalan masalah yang sedang terjadi.

Adapun untuk contoh perundingan prinsipil misalnya saja seperti Roem-Royen. Dimana dalam proses perundingan Roem Royen berlangsung sekitar tanggal 7 Mei 1949. Tujuan dilakukannya pperundingan ini menanggapi reaksi atas perbuatan Belanda yang telah melaksanakan agresi militer II.

  1. Perundingan Situasional

Perundingan situasional biasanya berlangsung atau terjadi sebelum  perundingan  posisional atau prinsipil. Bentuk perundingan yang satu ini ialah perundingan tidak langsung dan disebut pula sebagai penjajakan maupun pendahuluan.

Adapun untuk contoh perundingan situasional misalnya saja Linggarjati. Dimana perundingan linggarjati adalah terjadi dalam catata sejarah dan dilakukan pada tanggal 10 sampai dengan 15 November 1946. Perundingan ini terjadi di daerah Linggarjati, dekat dengan kota Cirebon.

Perlu anda ketahui bahwa perundingan linggarjari memiliki hasil keputusan secara bersama yang dikemukakan dalam beberapa hal. Salah satu poin yang menjadi bagian dari perundingan linggarjari ialah Belanda mengakui secara de facto bahwa wilayah Republik Indonesia meliputi daerah Madura dan Jawa.

Akan tetapi nyata perundingan tersebut tidak dipatuhi secara penuh oleh Belanda, dan negara tersebut melanggar perjanjiannya serta tidak terikat lagi pada tanggal 21 Juli 1947.

Itulah tadi artikel yang bisa diberikan pada semua pembaca berkenaan dengan macam-macam perundingan dan contohnya yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *