Pengertian Fosil, Ciri, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Posted on

Fosil Adalah

Fosil adalah sisa-sisa dan jejak organisme purba. Fosil adalah sisa-sisa atau jejak organisme (tanaman, hewan, dan lain-lain) yang diawetkan yang hidup di masa lalu yang jauh. Paleontologi adalah studi tentang fosil, yang mencakup usia, metode pembentukan, dan signifikansi evolusi. Fosil tertua berusia sekitar 3,48 miliar tahun hingga 4,1 miliar tahun. Pengamatan pada abad ke-19 bahwa fosil tertentu dikaitkan dengan lapisan batuan tertentu menyebabkan pengakuan skala waktu geologis dan usia relatif dari fosil yang berbeda.

Perkembangan teknik penanggalan radiometrik pada awal abad ke-20 memungkinkan para ilmuwan untuk secara kuantitatif mengukur usia absolut batuan dan fosil yang mereka tempati. Ukuran fosil bervariasi dari satu mikrometer (1 μm) bakteri [8] hingga dinosaurus dan pohon, panjangnya beberapa meter dan beratnya berton-ton.

Fosil

Istilah fosil menggambarkan berbagai arti artefak alami. Secara umum, sebuah fosil adalah bukti kehidupan tanaman atau hewan di masa lalu yang dilestarikan dalam materi kerak bumi. Tetapi ketika kebanyakan orang berbicara tentang fosil, yang mereka maksudkan adalah subbagian khusus dari kelompok ini.

Fosil di mana bentuk hewan atau tanaman telah dilestarikan, sementara bahan organik sebenarnya dari tubuhnya hilang. Sisa-sisa yang menakjubkan ini, yang berasal dari zaman prasejarah, dibentuk sangat lambat oleh proses geologis yang dinamis.

Dalam kebanyakan kasus, proses fosilisasi dimulai ketika tanaman atau hewan mati dan dengan cepat tertutup sedimen, biasanya di bagian bawah badan air. Sedimen melindungi sisa-sisa tubuh dari unsur-unsur, bakteri dan kekuatan lain yang menyebabkan pelapukan dan pembusukan.

Ini memperlambat proses pembusukan sehingga beberapa sisa (dalam kebanyakan kasus, hanya bahan keras seperti tulang atau cangkang) yang disimpan selama ribuan tahun. Selama waktu ini, lapisan sedimen terus mengumpulkan di atas tulang. Akhirnya, lapisan sedimen ini menjadi keras, batuan padat.

Pengertian Fosil

Fosil (dari Bahasa Latin Klasik: Fossilis; secara harfiah berarti: “diperoleh dengan menggali”) adalah sisa-sisa, jejak, atau jejak benda apa pun yang pernah hidup dari zaman geologis masa lalu. Contohnya termasuk tulang, cangkang, eksoskeleton, jejak membatu dari binatang atau mikroba, benda yang disimpan dalam damar, kayu yang membatu, minyak, batu bara, dan sisa-sisa DNA.

Pengertian Fosil Menurut Para Ahli

Adapun  definisi fosil menurut para ahli, antara lain:

Charles Darwin

Charles darwin berpendapat bahwa mahluk hidup yang terdapat pada lapisan bumi yang tua akan mengadakan perubahan bentuk yang disesuaikan dengan lapisan bumi yang lebih muda. Oleh sebab itu, pada lapisan bumi yang lebih muda ditemukan fosil  yang berbeda dengan lapisan bumi yang lebih tua.

Adanya perbedaan iklim, tanah, dan faktor-faktor lain menyebabkan terjadinya perubahan di permukaan bumi secara bertahap yang mengakibatkan adanya perubahan pula pada mahluk hidup untuk menyesuaikan diri.

George Cuvier

George Cuvier berpendapat bahwa pada masa tertentu telah diciptakan mahluk hidup yang berbeda dari masa ke masa lainnya. Mahluk hidup bisa diciptakan khusus pada setiap zaman dan masing-masing zaman tersebut diakhiri dengan kehancuran alam. Di setiap lapisan bumi akan dihuni oleh mahluk hidup yang memiliki perbedaan dengan mahkluk hidup pada lapisan bumi sebelumnya.

Ciri Fosil

Terbentuknya fosil harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain:

  1. Organisme mempunyai bagian tubuh yang keras.
  2. Mengalami pengawetan
  3. Terbebas dari bakteri pembusuk.
  4. Terjadi secara alamiah.
  5. Mengandung kadar oksigen dalam jumlah yang sedikit.
  6. Berumun lebih dari 10.000 tahun.

Banyaknya cara organisme dilestarikan memberikan karakteristik fosil yang berbeda. Beberapa cara terbentuknya fosil, antara lain:

  1. Permineralisasi adalah ketika suatu organisme mati dan sedimen memasuki tubuh, mengisi pori-pori, tulang atau kulit. Seringkali, mineral dari sedimen pada akhirnya akan menggantikan jaringan organisme, meninggalkan replika organisme asli.
  2. Fosil cetakan atau mold fossil adalah jejak membatu yang terbentuk dari batu atau sedimen dimana tanda yang menjadi fosil tersebut ditinggalkan. Mold fossils memiliki bentuk berongga. Berdasarkan caranya terbentuknya tersebut, hasilnya yaitu gambar terbalik dari tubuh organisme tertentu. Misalnya kulit, gigi, daun, cakar dan embrio.
  3. Fosil gips atau casts fossils hamper sama dengan fosil cetakan dalam beberapa bagian, yaitu dengan cetakan yang terbuat dari batu atau endapan/sedimen, tapi lebih maju selangkah. Saat cetakan berongga dari fosil terbentuk, selanjutnya terisi oleh mineral yang kelak mengeras dan membentuk batu yang solid atau padat.

Atau dengan kata lain, fosil cetakan mengambil ruang yang negatif sedangkan fosil gips mengambil ruang yang positif. Yang termasuk cast fossils juga hampir sama dengan mold fossils seperti kulit, daun, gigi, dan embrio.

Jenis Fosil

Dalam ilmu paleontologi, Terdapat dua macam jenis fosil yaitu fosil tubuh dan fosil jejak. Berikut penjelasannya:

Tubuh

Fosil tubuh atau body fossils sebagai fosil-fosil yang terdiri atas sisa-sisa material organisme aslinya, misalnya; cangkang, tulang, dan gigi. Tulang merupakan bagian tubuh yang keras, sedangkan jaringan organik merupakan bagian tubuh yang lunak.

Para ahli paleontologi mendefinisikan hewan tanpa tulang sebagai organisme bertubuh lunak. Istilah-istilah itu merupakan cara yang berguna untuk membedakan tulang dan jaringan hewan.

Jejak

Fosil jejak atau trace fossils merupakan fosil-fosil yang terbentuk dari aktivitas atau perilaku organisme pada jaman dahulu, misalnya jejak, jalur, liang, pengerekan, sarang, dan koprolit (fosil kotoran).

Semua sisa organisme serta segala macam jalur atau jejak, bahkan jika ahli paleontologi tidak dapat mengidentifikasinya sebagai tanaman atau aktivitas hewan, akan tetap memenuhi syarat sebagai fosil jika itu dibentuk oleh suatu bentuk kehidupan dari waktu geologi sebelumnya.

Fungsi Fosil

Fosil mempunyai kegunaan didalam aplikasi geologi, diantaranya yaitu :

  1. Fosil dapat berfungsi untuk mementukan umur relatif suatu batuan
  2. Fosil dapat berfungsi untuk menentukan korelasi batuan antara tempat yang satu dengan tempat lain.
  3. Fosil dapat berfungsi untuk mengetahui evolusi makhluk hidup
  4. Fosil dapat berfungsi untuk menentukan keadaan lingkungan dan ekologi yang ada ketika batuan yang mengandung fosil terbentuk.
  5. Fosil dapat berfungsi untuk merekonstruksi lingkungan masa lampau

Contoh Fosil di Indoensia

Berikut ini beberapa contoh fosil yang ditemukan di Indonesia, yang berupa fosil manusia purba dan hewan purba.

Manusia purba

Contoh fosil manusia purba, antara lain:

  1. Meganthropus Paleojavanicus

Fosil manusia purba ini ditemukan oleh von Koenigswald pada tahun 1936 – 1941 di di Sangiran, Surakarta, Jawa Tengah, yaitu berupa gigi geraham sebelah kanan dan kiri. Manusia purba jenis ini diperkirakan hidup pada masa antara 1 hingga 2 juta tahun lalu. Hal itu dibuktikan dengan teknik peluruhan karbon untuk mengetahui usia satu fosil.

  1. Pithecantropus Erectus

Fosil manusia purba ini ditemukan oleh Dr. Eugene Dubois pada tahun 1890 di Desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur berupa tulang tengkorak, tulang rahang, dan tulang belakang. Pithecantropus Erectus diperkiraan hidup antara 1 sampai 2 juta tahun yang lalu.

  1. Pithecantropus Robustus

Fosil manusia purba ini ditemukan oleh von Koenigswald pada tahun 1939 di Trinil. Jenis fosil manusia purba ini ditemukan di Lapisan Jetis, atau disebut juga dengan nama lapisan Pleistosen Bawah.

  1. Pithecantropus Mojokertensis

Fosil manusia purba ini ditemukan oleh von Koenigswald pada tahun 1937 setelah penemuan Meganthropus Paleojavanicus. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak dan tulang kering yang memiliki kemiripan dengan pithecantropus erectus dan soloensis, tapi diperkirakan bahwa fosil yang ditemukan tersebut adalah anak-anak berdasarkan ukurannya.

  1. Homo Soloensis

Fosil manusia purba ini ditemukan oleh Weidenreich  dan von Koenigswald pada tahun 1931 di desa Nandong, lembah Bengawan Solo. Manusia purba jenis ini diperkirakan hidup antara 300 ribu hingga 900 ribu tahun lalu.

  1. Homo Wajakensis

Fosil manusia purba ini ditemukan oleh seorang penambang batu marmer yang bernama B.D. Von Rietschotten pada tahun 1889. Kemudian Eugene Dubois meneliti fosil tersebut  dan memberi nama Homo Wajakensis, yang artinya manusia dari Wajak, dekat Tumenggung, Jawa Timur.

  1. Homo Floresiensis

Fosil manusia purba ini ditemukan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dan perkiraan hidupnya pada 12 ribu tahun yang lalu berdampingan dengan jenis – jenis manusia purba yang lain.

Hewan purba

Contoh fosil hewan purba, antara lain:

  1. Bos Palaesondaicus

Fosil hewan purba yang satu ini merupakan sejenis kerbau purba dan juga dapat dianggap sebagai nenek moyang dari banteng Jawa. Hewan tersebut diperkirakan hidup di masa Pleistosen Jawa sekitar 2,6 juta – 12 ribu tahun lalu. Penemu fosil yang satu ini adalah ditemukan oleh Eugene Dubois pada 1908 di Trinil, tetapi hanya berupa tengkoraknya saja.

  1. Stegodon Trigonocephalus

Fosil hewan yang satu ini berupa gajah purba yang paling tua, yang diperkirakan menyebar mulai dari Indonesia hingga Timur Tengah. Hewan tersebut diperkirakan hidup pada zaman Pleistosen Jawa, dan ditemukan di Sangiran, Trinil, dan Gunung Patiayam.

  1. Stegodon Pigmy

Fosil hewan purba yang satu ini merupakan gajah mini yang tingginya hanya sekitar 1,5  – 2 meter. Gajah ini dulunya tinggal di Flores, Sulawesi dan Timor dan hidup pada waktu sekitar 840 ribu tahun lalu dan diperkirakan punah karena ledakan gunung purba pada 12 ribu tahun lalu.

  1. Rhinoceros Sondaicus

Fosil hewan purba yang satu ini merupakan badak purba yang pada akhirnya berevolusi menjadi badak  yang ada di Ujung Kulon. Fosil ini ditemukan di Sangiran dan diperkirakan hidup pada 700 tahun lalu.

  1. Gavialis Bengawanensis

Fosil hewan yang satu ini berupa buaya purba bermoncong panjang yang khususnya ada di Pulau Jawa dan sudah punah sejak jutaan tahun lalu. Fosil tersebut ditemukan di kawasan situs Sangiran, hanya berupa beberapa bagian saja dan tidak ditemukan fosil yang utuh.

Itulah tadi serangkain penjelasan dan pengulasan yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian fosil menurut para ahli, ciri, jenis, fungsi, dan contohnya dalam berbagai bidang. Semoga melalui postingan ini memberikan wawasan dan referensi yang mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *