Pengertian Nomaden, Jenis, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Nomaden Adalah

Nomaden merupakan cara bertahan hidup yang paling kuno. Pada zaman perunggu (prasejarah) tingkat kecerdasan manusia masih cenderung rendah mereka hanya bisa berburu saja untuk bertahan hidup. Pada zaman itu sebagian besar manusia hidup di daerah yang dekat dengan sungai karena sungai merupakan wilayah yang banyak didatangi hewan yang menjadi konsumsinya.

Namun hewan tersebut memiliki pola hidup yang berpindah-pindah yang disebabkan oleh bebagai faktor, sehingga manusia turut berpindah-pindah untuk dapat bertahan hidup. Seiring dengan perkembangan zaman masyarakat yang hidup secara nomaden mulai berkurang. Namun masih ada jutaan orang yang tersebar di seluruh dunia yang hidup secara nomaden, baik sebagai pemburu-pengumpul, penggembala atau pengerajin yang menjual dagangan mereka, namun sebagian besar yang tersisa pada umumnya adalah kelompok suku terdalam.

Nomaden

Nomaden yang dikenal pula dengan istilah pengembara ialah sekelompok orang  atau komunitas masyarakat yang hidupnya berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain di padang pasir atau daerah bermusim dingin karena tidak memiliki tempat tinggal yang tetap. Sedangkan apabila dari padang pasir atau daerah bermusim dingin disebut sebagai gipsi.

Kebiasanna hidup nomaden banyak terdapat di wilayah Jazirah Arab, Afrika, termasuk suku- suku pedalaman yang ada di Indonesia. Hal tersebut bertujuan untuk mencari lahan sumber makanan, berladang, berternak, memburu binatang, dan lain sebagainya..

Pada zaman dahulu banyak komusnitas masyarakat yang hidup secara nomaden, namun sejak abad ke 20 telah mengalami penurunan khusunya di negara-negara yang telah mengalami industrialisasi selain itu banyak negara telah mengubah padang rumput menjadi lahan pertanian dan meminta masyarakat nomaden untuk hidup di pemukiman permanen.

Pengertian Nomaden

Nomaden berasal dari kata nomade  yang artinya  “orang tanpa tempat tinggal tetap”, yang berarti anggota komunitas yang tidak memiliki tempat tinggal tetap sehingga pindah dari suatu tempat ke tempat lain secara teratur.

Nomaden adalah orang yang tidak memiliki rumah menetap, pindah dari satu tempat ke tempat lain sebagai cara untuk mendapatkan makanan, menemukan padang rumput untuk ternak, atau mencari nafkah.

Nomaden juga dideskripsikan sebagai berbagai pengembaraan suatu penduduk yang bergerak di antara daerah padat penduduk untuk menawarkan layanan khusus (seperti misalnya kerajinan atau perdagangan) kepada penghuninya.

Sedangkan kelompok masyarakat nomaden dideskripsikan sebagai kelompok masyarakat yang cara hidupnya yang tidak hidup terus menerus di tempat yang sama tetapi bergerak secara siklis atau berkala. Arti inilah yang membedakan dari migrasi, yang bersifat non-siklik dan melibatkan perubahan total habitat.

Pengertian Nomaden Menurut Para Ahli

Adapun definisi nomaden menurut para ahli, antara lain:

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Nomad atau disebut juga dengan nomaden merupakan sekelompok orang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap atau berkelana dari satu tempat ke tempat lain.
  2. Wikipedia, Nomad (Perancis Tengah: nomade “orang tanpa tempat tinggal tetap”) adalah anggota komunitas tanpa tempat tinggal tetap yang secara teratur pindah ke dan dari area yang sama. Kelompok-kelompok tersebut termasuk pemburu-pengumpul, pengembara pastoral (memiliki ternak), dan pedagang. Pada abad kedua puluh, populasi suku-suku pastoral nomaden perlahan menurun, mencapai sekitar 30-40 juta nomaden di dunia pada 1995.

Jenis Nomaden

Kelompok-kelompok nomaden terdiri dari tiga jenis antara lain sebagai berikut:

  1. Pemburu dan peramu

Pemburu dan meramu merupakan metode paling kuno sepanjang arti sejarah manusia untuk dapat bertahan hidup. Cara mereka bertahan hidup adalah dengan berpindah-pindah mengikuti musim tumbuhan liar dan hewan perburuan.

  1. Para gembala hewan ternak

Para penggembala hewan ternak bertahan hidup dengan cara berpindah-pindah bersama dengan hewan peliharaannya dengan tujuan menghidari dari menipisnya persedian pakan di ladang hinggatidak bisa diperbaiki lagi.

  1. Pengembara dan pedagang yang tidak memiliki tempat tinggal tetap

Kaum pengelana umumnya terdapat di daerah-daerah yang telah mengalami industrialisasi, sehingga mereka berpindah tempat ke tempat lain untuk menawarkan barang dagangan dimanapun ia singgah.

Nomaden juga merupakan metode bertahan hidup yang disesuaikan dengan daerah tidak subur seperti stepa, tundra, atau es dan pasir, di mana mobilitas adalah strategi yang paling efisien untuk mengeksploitasi sumber daya yang langka.

Ciri Nomaden

Ciri-ciri masyarakat nomaden adalah sebagai berikut:

  1. Selalu berpindah tempat dan sangat bergantung apa alam. Sebagian besar kelompok nomaden mengikuti pola pergerakan dan pemukiman tahunan atau musiman yang tetap.Orang-orang nomaden secara tradisional bepergian dengan binatang peliharaanya,dengan menggunakan kano (mendayung perahu sampan) atau berjalan kaki.
  2. Sangat mampu mengelola makanan sehingga bertaha hiidup dengan cara mengumpulkan makanan, berburu dan maramu.
  3. Peralatan yang dipunyai masih sangat sederhana yang terbatas pada alat-alat yang terbuat dari kayu dan batu.
  4. Kelompok nomaden terus berpindah karena berbagai alasan. Seperti misalnya berpindah untuk mencari hewan ternak, tanaman yang bisa dimakan, dan air.
  5. Beberapa orang nomadenterutama penggembala, mungkin juga pindah untuk menyerang komunitas yang menetap atau untuk menghindari musuh. Sedangkan pengrajin dan pedagang yang nomadem bepergian untuk menemukan dan melayani pelanggan. Mereka termasuk pandai besi Lohar dari India, pedagang Romani, wisatawan Skotlandia, wisatawan Irlandia.
  6. Kebanyakan kaum nomaden melakukan perjalanan dalam kelompok keluarga, kelompok atau suku. Kelompok-kelompok ini didasarkan pada ikatan kekerabatan dan pernikahan atau pada perjanjian kerja sama formal, beberapa diantara mereka memiliki kepala
  7. Kebanyakan kaum nomaden biasanya pindah di wilayah yang sama dan tidak melakukan perjalanan jauh ke daerah yang sama sekali tidak disinggahi.
  8. Sebuah keluarga dapat berpindah sendiri atau bersama orang lain; jika bergerak sendiri, mereka biasanya tidak lebih dari beberapa kilometer dari satu sama lain.

Contoh Nomaden

Adapun untuk beberapa contoh-contoh kehidupan manusia yang bersifat nomaden, diantaranya yaitu:

  1. Manusia zaman prasejarah yang hidup berpindah-pindah untuk mencari makan ketika persediaan makanan telah habis
  2. Banyak kelompok yang tinggal di tundra adalah penggembala rusa dan semi-nomaden, mengikuti pencarian makanan untuk hewan mereka.
  3. Warga Aborigin Australia, Negritos di Asia Tenggara, dan San Afrika secara tradisional berpindah dari kamp ke perkemahan untuk berburu dan mengumpulkan tanaman liar. Beberapa suku di Amerika mengikuti cara hidup ini. Sedangkan penggembala yang nomaden mencari makanan untuk memelihara ternak seperti unta, sapi, kambing, kuda, domba.
  4. Pengrajin dan pedagang seperti misalnya pandai besi Lohar dari India, pedagang Romani, wisatawan Skotlandia, wisatawan Irlandiabepergian untuk menemukan dan melayani pelanggan.

Selain istilah nomaden yang biasa kita dengar, ada pula istilah “Pastoral Nomads” atau pengembara pastoral yaitu pengembara yang berpindah antar padang rumput. Pastoralisme nomaden diperkirakan telah berkembang dalam tiga tahap yang menyertai pertumbuhan populasi dan peningkatan kompleksitas organisasi sosial. Karim Sadr telah mengusulkan tahapan-tahapan berikut:

  1. Pastoralisme: Ini adalah mixed economy (ekonomi campuran) dengan simbiosis dalam keluarga. (Ekonomi campuran didefinisikan beragam sebagai sistem ekonomi yang memadukan unsur-unsur ekonomi pasar dengan unsur-unsur ekonomi terencana, pasar bebas dengan intervensi negara, atau perusahaan swasta dengan perusahaan publik).
  2. Agropastoralisme: Ini adalah ketika simbiosis antara segmen atau klan dalam kelompok etnis.
  3. Nomadisme Sejati: Ini adalah ketika simbiosis berada di tingkat regional, umumnya antara populasi nomaden dan pertanian khusus.

Para penggembala tinggal menetap di daerah tertentu, karena mereka bergerak di antara padang rumput permanen, musim panas, musim gugur dan musim dingin (atau musim kemarau dan musim hujan) untuk ternak mereka. Pengembara pindah tergantung pada ketersediaan sumber daya.

Asal-usul “Pastoral Nomads

Pastoralisme nomaden tampaknya telah berkembang sebagai bagian dari revolusi produk-produk sekunder yang diusulkan oleh Andrew Sherratt, di mana kebudayaan Neolitik pra-tembikar awal yang menggunakan hewan sebagai produk primer, seperti daging, juga mulai menggunakan hewan untuk produk sekunder, misalnya, susu dan produk olahannya yang terkait, wol dan bulu hewan lainnya.

Masyarakat pastoral nomaden pertama berkembang pada periode 8.500-6.500 SM di wilayah Levant selatan. Di sana, selama periode kegersangan yang meningkat, budaya Pra-Tembikar Neolitik B (PPNB) di Sinai digantikan oleh budaya menggunakan tembikar yang nomadik, yang tampaknya merupakan perpaduan budaya antara orang-orang Mesolitik yang baru tiba dari Mesir (budaya Harifian), mengadopsi gaya hidup berburu nomaden mereka untuk meningkatkan stok.

Gaya hidup ini dengan cepat berkembang menjadi apa yang disebut Jaris Yurins sebagai techno-complex pastoral nomaden Arab-sirkuler dan mungkin terkait dengan penampilan bahasa-bahasa Semitik di wilayah Timur Dekat Kuno.

Penyebaran yang cepat dari penggembalaan nomaden seperti itu adalah tipikal dari perkembangan selanjutnya seperti budaya Yamnaya dari perantau kuda dan sapi dari padang rumput Eurasia, atau penyebaran Mongol pada Abad Pertengahan kemudian. Trekboer di Afrika selatan mengadopsi nomadisme dari abad ke-17.

Itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada kalian tentang adanya pengertian nomaden menurut para ahli, jenis, ciri, dan contohnya yang ada di berbagai bidang. Semoga bisa memberikan edukasi serta referensi bagi kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *