Pengertian Arca, Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Arca

Arca merupakan jenis patung tertentu yang mewakili seseorang, binatang, atau makhluk hidup lainnya, baik yang ada secara nyata maupun dalam mitos. Patung sendiri telah diproduksi di banyak budaya dari prasejarah hingga saat ini; patung tertua yang diketahui berasal dari sekitar 30.000 tahun yang lalu. Banyak patung ditempatkan di tempat-tempat umum sebagai seni publik.

Patung tertinggi di dunia, Patung Persatuan, tingginya 182 meter (597 kaki) dan terletak di dekat bendungan Narmada di Gujarat, India. Arca sebagai salah satu bentuk patung yang bukan hanya dibuat semata-mata untuk tujuan estetika, tapi biasanya berfungsi sebagai Media (perantara) untuk menjalankan semedi. Di Indonesi banyak terdapat arca yang merupakan peninggalan dalam makna sejarah masa lampau, misalnya arca-arca peninggalan Kerajaan Majapahit, contohnya yaitu Arca Ganesha.

Arca

Dalam dunia keagamaan Indonesia, dikenal 3 jenis arca, yaitu arca peninggalan agama Hindu, arca peninggalan agama Buddha, dan arca agama Kristen (terutama Katolik).

Arca dalam agama Hindu

Dalam agama Hindu, arca sama dengan Murti, yang merujuk pada citra yang menggambarkan Roh atau Jiwa Ketuhanan (murta). Murti bisa diartikan sebagai  manifestasi atau perwujudan dari aspek ketuhanan (dewa-dewi). Murti biasanya terbuat dari batu, kayu, atau logam, yang memiliki fungsi sebagai sarana dan sasaran konsentrasi kepada Tuhan dalam pemujaan.

Orang-orang Hindu percaya bahwa murti pantas dipuja sebagai fokus pemujaan kepada Tuhan setelah roh suci dipanggil dan bersemayam didalamnya. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan persembahan atau sesaji. Perwujudan dewa atau dewi, baik dalam hal sikap tubuh, atribut, atau proporsinya harus mengacu pada tradisi keagamaan yang bersangkutan.

Arca tidak selalu ditemukan berdekatan dengan sebuah candi. Candi bisa jadi mempunyai sebuah arca, tapi sebuah arca belum tentu ada dalam sebuah arti candi. Terdapat 3 jenis arca berdasarkan kuantitas pemujanya, yaitu:

  1. Arca Istadewata, ialah arca yang dimiliki oleh perseorangan, sehingga bisa dibawa ke mana-mana.
  2. Arca Kuladewata, ialah arca yang dimiliki oleh sebuah keluarga, sehingga biasanya terdapat di rumah-rumah.
  3. Arca Garbadewata, ialah arca yang dipuja oleh banyak orang, dalam hal ini masyarakat.

Arca dalam agama Buddha 

Bukan hanya dalam agama Hindu, ternyata murti juga dimuliakan dalam agama Buddha, terutama dalam mazhab Mahayana ketika beribadah murti dijadikan sebagai sasaran pemujaan atau fokus meditasi.

Pemujaan murti memang sangat dianjurkan dalam dalam ajaran Hindu dan Buddha, khususnya pada masa Dwapara Yuga. Hal itu sebagaimana yang telah disebutkan dalam naskah Pañcaratra. Dalam ajaran agama Buddha, arca yang merupakan perwujudan Buddha Gautama dinamakan dengan Buddharupa.

Dalam agama Budha, biasanya arca dewa-dewi atau boddhisatwa memakai perhiasan yang mewah, seperti jamang, subang atau anting-anting, jatamakuta atau mahkota, gelang, cincin, kelat bahu, upawita, pending, ikat pinggang, ikat perut, ikat pinggul, dan gelang kaki.

Pengertian Arca

Arca adalah patung yang dibuat dengan tujuan utama sebagai media dalam ritual keagamaan, yaitu sebagai sarana dalam memuja Tuhan atau dewa-dewinya. Arca memiliki perbedaan dengan patung pada umumnya dibuat sebagai karya seni dengan mengutamakan pada keindahan.

Pengertian Arca Menurut Para Ahli

Adapun definisi arca menurut para ahli, antara lain:

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Arca dapat didefinisikan sebagai patung yang dibuat terutama dari batu yang dipahat menyerupai bentuk orang atau binatang.

Ciri Arca

Arca memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan patung biasa yang dibuat secara bebas sesuai keinginan seniman pematungnya. Ciri-ciri dari arca dewa-dewi, buddha, bodhisattwa atau makhluk spiritual tertentu dinamakan laksana.

Laksana ialah atribut atau benda-benda tertentu yang dibawa oleh arca tersebut sebagai penciri baginya. Bahkan dalam ikonografi seni Hindu dan Buddha, laksana mendapatkan kesepakatan. Berikut ini beberapa contoh laksana atau ciri-ciri atribut dewa-dewa atau tokoh spiritual lainnya, diantaranya yaitu:

  1. Shiwa

Ciri-cirinya arca Dewa Shiwa yaitu mempunyai mata ketiga di dahinya, pada bagian mahkotanya terdapat bulan sabit dan tengkorak yang dinamakan Ardhachandrakapala, terdapat upawita (tali kasta) ular naga. Pakaian yang dikenalan yaitu berupa cawat kulit harimau yang ditampilkan dengan ukiran kepala dan ekor harimau di pahanya.

Arca Dewa Shiwa memiliki empat tangan yang membawa atribut yaitu trisula, aksamala (tasbih), camara (pengusir lalat), dan kamandalu (kendi). Wahana atau kendaraan Dewa Shiwa adalah Nandi.

  1. Wishnu

Ciri-ciri arca Dewa Wisnu yaitu memakai mahkota agung jatamakuta, memiliki empat tangan yang membawa atribut yaitu chakra (piringan cakram), cengkha (cangkang kerang bersayap), gada, dan buah atau kuncup bunga padma. Wahana atau kendaraan Dewa Wisnu adalah Garuda.

  1. Brahma

Ciri-ciri arca Dewa Brahma yaitu memiliki empat kepala pada tiap penjuru mata angin, memakai mahkota agung jatamakuta, memiliki empat tangan yang membawa atribut yaitu kitab, aksamala (tasbih), camara (pengusir lalat), dan buah atau kuncup bunga padma. Wahana atau kendaraan Dewa Brahma adalah Hamsa (angsa).

  1. Agastya

Agastya merupakan perwujudan Dewa Shiwa sebagai resi brahmana pertapa yang digambarkan pria tua berjanggut dan berperut buncit, memegang aksamala, kamandalu, dan trisula.

  1. Ganesha

Ganesha merupakan Putra Dewa Shiwa yang berwujud manusia berkepala gajah. Ciri-ciri arca Ganesha yaitu memiliki empat tangan. Tangan belakangnya memegang aksamala dan kampak, sedangkan tangan depannya memegang mangkuk yang dihirup dengan belalainya, serta potongan gadingnya.

  1. Durga

Dewi Durga ialah istri Dewa Shiwa yang diwujudkan sebagai Mahisashuramardhini atau pembunuh ashura banteng, dengan posisi menindas raksasa banteng. Ciri-ciri arca Dewi Durga yaitu digambarkan sebagai wanita cantik yang memakai busana kebesaran

Ciri-ciri lainnya yaitu memiliki 8 atau 12 tangan yang memegang beragam senjata seperti pedang, perisai, chakra, cengkha, parang busur panah, anak panah, dan tangan yang menjambak rambut Mahisashura serta menarik ekornya. Wahana atau kendaraan Dewa Durga adalah Singa.

  1. Laksmi

Dewi Laksmi merupakan istri Dewa Wishnu. Dewi Laksmi ialah dewi kemakmuran dan kebahagiaan. Ciri-ciri arca Dewi Laksmi yaitu digambarkan sebagai wanita cantik dalam busana kebesaran, memiliki dua atau empat tangan yang memegang padma (teratai merah).

  1. Saraswati

Dewi Saraswati merupakan istri Dewa Brahma. Dewi Saraswati ialah dewi pengetahuan dan kesenian. Ciri-ciri arca Dewi Saraswati yaitu digambarkan sebagai wanita cantik yang memakai busana kebesaran, memiliki empat tangan yang memegang alat musik sitar, aksamala, dan kitab lontar. Wahana atau kendaraan Dewi Saraswati adalah hamsa (angsa).

  1. Wairocana

Wairocana merupakan Buddha penguasa pusat zenith. Ciri-ciri arca Wairocana yaitu digambarkan sebagai Buddharupa yang duduk dalam posisi bersila atau duduk dengan mudra (sikap tangan) dharmachakra mudra atau witarka mudra.

  1. Awalokiteswara

Arca Awalokiteswara memiliki ciri-ciri yaitu memakai mahkota agung jatamakuta yang di bagin ditengahnya terukir Buddha Amitabha. Ciri-ciri lainnya yaitu memiliki dua atau empat tangan yang membawa atribut berupa buah atau kuncup bunga padma.

  1. Maitreya

Ciri-ciri arca Maitreya yaitu memakai mahkota agung jatamakuta yang ditengahnya terukir stupa.

  1. Prajnaparamita

Dewi Prajnaparamita merupakan Dewi Kebijaksanaan Budha. Ciri-ciri arca Prajnaparamita yaitu digambarkan sebagai wanita cantik yang memakai busana kebesaran, duduk bersila dalam posisi teratai dengan mudra dharmachakra (memutar roda dharma). Lengan kiri  arca Prajnaparamita menggamit batang bunga teratai yang dibagian atasnya terdapat naskah lontar kitab Prajnaparamita sutra.

Fungsi Arca

Arca memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  1. Media (perantara) untuk menjalankan semedi
  2. Perhiasan bangunan
  3. Patung kuburan yang ditempatkan di dalam bilik candi

Contoh Arca

Berikut ini contoh-contoh arca peninggalan Kerajaan Majapahit, sebagai kerajaan Budha terbesar di Indonesia pada masa kerajaan, antara lain:

  1. Patung Penjaga Gerbang

Sepasang patung penjaga gerbang tersebut berasal dari abad ke-14 dari kuil Majapahit di Jawa Timur. Saat ini patung penjaga gerbang disimpan di Museum of Asian Art, San Francisco-Amerika Serikat.

  1. Arca Ratu Suhita

Arca Ratu Suhita dibuat dengan tujuan untuk menggambarkan Ratu Suhita yang memerintah antara tahun 1429-1447. Arca ini ditemukan di Tulungagung, Jawa Timur. Saat ini disimpan di Museum Nasional Republik Indonesia.

  1. Arca Ganesha

Penemu Arca Ganesha ialah seorang warga Nganjuk yang sedang melakukan kerja bakti untuk memperbaiki pipa saluran air yang terletak di pekarangan rumahnya, yang kebetulan memang berdekatan dengan punden atau tempat yang dikeramatkan.

Menurut salah seorang warga yang menemukan arca tersebut, mengatakan bahwa saat menggali tanah, alat penggali yang digunakannya membentur benda karas. Karena merasa curiga, maka benda tersebut digali dan ditemukanlah arca Ganesha.

  1. Arca Minak Jinggo

Terdapat reruntuhan candi yang terbuat dari batu andesit di Desa Ungah-unggahan, Trowulan, sebelah Timur kolam Segaran. Batu andesit menjadi bahan bangunan candi yang tidak lazim digunakan pada candi-candi di kawasan Trowulan, yang sebagian besar menggunakan bahan dasar berupa batu bata merah.

Dari lokasi reruntuhan candi tersebut ditemukan sebuah arca Garudha, tapi masyarakat setempat serta berita-berita tradisi yang berkembang menyebutnya sebagai arca Minak Jinggo. Arca Minak Jinggo diyakini sebagai perwujudan dari Raja Blambangan.

  1. Patung Hutan Baluran

Patung Hutan Baluran ditemukan ditemukan di Hutan Baluran Situbondo, Jawa Timur, tepatnya pada tanggal 10 Maret 2013.

Patung tersebut akhirnya dipastikan keasliannya sebagai benda purbakala, yang dinyatakan sebagai Patung Dewi Laksmi dan merupakan peninggalan dari Kerajaan Majapahit. Arca yang satu ini bisa dibilang unik sebab ditemukan di Wilayah Kekuasaan Kerajaan Majapahit Timur yang belum pernah tersentuh peninggalan bersejarahnya sama-sekali.

Demikianlah serangkaian artikel yang sudah kami berikan bahasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian arca menurut para ahli, ciri, fungsi, dan contohnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan pengetahuan, trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *